Kamis, 14 Mei 2026

Balik Arah, Bumi Resources (BUMI) Kini Cetak Laba US$ 168,01 Juta

Penulis : Lona Olavia
29 Apr 2022 | 19:39 WIB
BAGIKAN
Kegiatan di tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)
Kegiatan di tambang batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Emiten tambang batubara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) akhirnya bisa mencetak kinerja cemerlang dengan raihan laba bersih US$ 168,01 juta di tahun 2021. Angka ini berbanding terbalik dari kinerja BUMI di tahun 2020 yang mana membukukan kerugian bersih hingga US$ 338,02 juta. Alhasil, laba rugi per 1.000 saham dasar menjadi US$ 2,27 dari tahun sebelumnya yang minus US$ 4,95.

Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan kenaikan pendapatan hingga US$ 1,00 miliar atau naik 27,6% dari pendapatan di tahun 2020 sebesar US$ 790,46 juta. Secara rinci, pendapatan BUMI didominasi oleh penjualan kepada pihak ketiga di pasar domestik, yakni mencapai US$ 516,66 juta, disusul penjualan ekspor pihak ketiga senilai US$ 480,97 juta. Adapula pendapatan dari penjualan emas di pasar domestik senilai US$ 7,97 juta.

Namun, sejumlah beban BUMI turut mendaki. Sebut saja beban pokok pendapatan yang naik 15,47% menjadi US$ 806,47 juta. Beban usaha BUMI juga naik 22,75% menjadi US$ 77,87 juta. Beban bunga dan keuangan BUMI berhasil menurun menjadi US$ 213,26 juta dari sebelumnya US$ 222,50 juta. Sementara itu, aset perseroan tercatat sebesar US$ 4,22 miliar atau bertumbuh dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 3,42 miliar. 

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, Bumi Resources telah menuntaskan private placement senilai Rp 817,88 miliar. Itu setelah menerbitkan 10,22 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 80 per lembar. Saham seri C itu, dibanderol dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Seluruh saham itu diambil oleh Innovate Capital Pte. Ltd.

”Saham seri C baru dalam private placement itu untuk memenuhi permintaan konversi dari pemegang obligasi wajib konversi (OWK) berdasar permintaan konversi hingga tanggal 16 Maret 2022,” tulis Manajemen Bumi Resources.

Menyusul pelaksanaan private placement itu, jumlah modal saham ditempatkan, dan modal disetor perseroan meningkat menjadi 125,85  miliar saham. Itu terbagi menjadi 20,77 miliar saham seri A, 53,50 miliar saham seri B, dan 51,58 miliar saham seri C dari sebelumnya 115,63 miliar saham terdiri atas 20,77 miliar saham seri A, 53,50 miliar saham seri B, dan 41,35 miliar saham seri C.

Private placement telah dilaksanakan pada 22 April 2022. Kemudian, tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 April 2022. Berdasar catatan laporan keuangan kuartal III-2021 tertera nilai OWK sejumlah US$ 639 juta atau setara Rp 9,1 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 13 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 42 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia