Jumat, 15 Mei 2026

Dolar AS Loyo, Rupiah Berhasil Menguat

Penulis : Lona Olavia
25 Aug 2022 | 15:24 WIB
BAGIKAN
Rupiah Bakal Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Pasar. Sumber: Antara
Rupiah Bakal Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Pasar. Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Pelaku pasar memandang positif terhadap pemerintah yang terus menjelaskan secara rinci tentang apa dan mengapa pemangku kebijakan akan menaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di akhir bulan Agustus dan penjelasan ini membuat masyarakat menerima dengan bijaksana.

Kenaikan ini bertujuan untuk mengurangi beban subsidi yang begitu besar. Sedangkan pemerintah membutuhkan anggaran Rp 198 triliun untuk membayar kompensasi dan subsidi BBM tahun ini. Hal ini sebagai akibat dari kenaikan harga minyak dunia yang mengalami kenaikan di atas US$ 100 per barel.

Beban subsidi bisa makin bengkak jika pemerintah memutuskan tetap menahan harga BBM sampai akhir tahun. Termasuk jika pemerintah tidak melakukan pembatasan BBM bersubsidi. Maka subsidi energi sampai akhir tahun diperkirakan bisa tembus Rp 698 triliun bukan lagi Rp 502 triliun.

ADVERTISEMENT

Selain harga minyak dunia yang terus di atas asumsi APBN, kuota BBM bersubsidi diperkirakan bisa jebol hingga 29 juta kilo liter. Hal ini bisa terjadi jika tidak ada pengendalian konsumsi BBM bersubsidi oleh pemerintah.

Sebagai informasi, pemerintah pada Juli 2022, telah menambah dan menghitung jumlah tambahan kompensasi dan subsidi BBM menjadi Rp.502 triliun dengan volume 27 juta kilo liter. Hanya saja, dengan tren konsumsi masyarakat yang meningkat, diperkirakan kebutuhannya sampai akhir tahun mencapai 29 juta kilo liter.

Kamis, 25 Agustus 2022, harga minyak dunia kembali turun di US$ 95 per barel. Ada kemungkinan harga minyak dunia kembali terkoresi mendekati  US$ 80 per barel dalam tahun ini. Inidikasi ini akan mengurangi beban subsidi BBM dan pemerintah bisa saja menurunkan harga BBM baik subsidi maupun non subidi secara bertahap.

Pada penutupan pasar Kamis (25/8/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 23 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 30 poin di level Rp 14.824 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.848.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatuf namun ditutup melemah di rentang  Rp 14.810-14.870,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Kamis (25/8/2022).

Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Kamis karena investor menunggu pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari berikutnya untuk petunjuk baru di jalur kebijakan moneter.

Investor telah bersiap bank sentral AS untuk menggandakan komitmennya untuk menghancurkan inflasi pada pertemuan tahunan di Jackson Hole, Wyoming.

Pasar uang telah mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral AS dapat memiringkan ke laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat menyusul paduan suara komentar Fed yang hawkish dalam beberapa pekan terakhir, dan saat ini memberikan peluang 58,5% pada kenaikan suku bunga super berukuran 75 basis poin bulan depan. versus 41,5% kemungkinan peningkatan setengah poin.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia