Kamis, 14 Mei 2026

Laba Bank Ina (BINA) Melonjak 128%

Penulis : Lona Olavia
27 Sep 2022 | 07:57 WIB
BAGIKAN
Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)
Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan laba bersih sebesar Rp 52,907 miliar sepanjang semester I-2022, atau melonjak 128% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp 23,171 miliar. Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp 8,91 per lembar, sedangkan akhir Juni 2021 berada di level Rp 4,1.

“Dengan strategi yang telah dicanangkan, kami dapat membukukan pertumbuhan kredit sebesar 127% secara tahunan, jauh melebihi pertumbuhan kredit industri perbankan nasional sebesar 10,3%,” kata Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu dalam keterangan resmi, Selasa (27/9/2022).

Ia merinci, pada semester I-2022 perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 7,06 triliun atau naik 127% secara tahunan. Capaian itu ditopang peningkatan penyaluran kredit  segmen modal kerja sebesar 135% secara tahunan menjadi Rp 5,08 triliun. Disusul segmen investasi yang naik 121% secara tahunan menjadi Rp 1,63 triliun. Lalu, segmen konsumsi naik 65% secara tahunan menjadi Rp 337,04 miliar.

ADVERTISEMENT

"Dari hasil penyaluran kredit berhasil membukukan pendapatan bunga bersih per Juni 2022 sebesar Rp 234,56 miliar, atau naik 115% dari Rp 109 miliar per Juni 2021,” imbuh dia.

Ia menjelaskan, pertumbuhan kredit diiringi dengan prinsip  kehati-hatian sehingga rasio kredit bermasalah turun terjaga di level 1,84% untuk NPL gross dan NPL nett di level 0,58%.

Pada sisi lain, kata dia, perseroan dapat membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 16,416 triliun dan menekan biaya dana dengan meningkatkan porsi dana murah atau (CASA), hal itu terlihat dari peningkatan Tabungan sebesar 10,1% dibanding akhir Juni 2021 menjadi Rp 435,51 miliar. Sedangkan untuk Giro meningkat 146% dari Rp 3,57 triliun menjadi Rp 8,79 triliun per Juni 2022

Aset perseroan meningkat naik menjadi Rp 19,33 triliun, atau 70,1% dibanding akhir Juni 2021 yang tercatat Rp 11,36 triliun.

Adapun rasio keuangan penting lainnya, NIM naik level 2,96% dari 2,26%. LDR di level 43,02%. BOPO 85,89%. KPMM 28,75%. ROA 0,79% dan ROE 4,61%.

Menariknya, BINA berpotensi mendapat tambahan modal hingga berpotensi mendapat dana segar sebesar Rp 1,24 triliun dari Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau right issue.

Dalam aksi korporasi itu perseroan menawarkan 296.854.687 saham bernominal Rp 100 per lembar, dan mengharapkan pernyataan efektif dari OJK pada tanggal 16 November 2022.

Rencananya, dana hasil aksi korporasi ini untuk memenuhi persyaratan Modal Inti yang ditetapkan oleh OJK dalam Peraturan OJK No.12/2020 mengenai Konsolidasi bank umum, yakni minimal memiliki modal inti sebesar Rp 3 triliun pada akhir tahun 2022.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 38 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia