Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

Bank INA Perdana Tbk (Foto: Beritasatu.com)

Laba Bank Ina (BINA) Melonjak 128%

Selasa, 27 September 2022 | 07:57 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membukukan laba bersih sebesar Rp 52,907 miliar sepanjang semester I-2022, atau melonjak 128% dibanding periode sama tahun 2021 yang terbilang Rp 23,171 miliar. Hasil itu mendongkrak laba per saham dasar ke level Rp 8,91 per lembar, sedangkan akhir Juni 2021 berada di level Rp 4,1.

“Dengan strategi yang telah dicanangkan, kami dapat membukukan pertumbuhan kredit sebesar 127% secara tahunan, jauh melebihi pertumbuhan kredit industri perbankan nasional sebesar 10,3%,” kata Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu dalam keterangan resmi, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Hari Pelanggan Nasional, Bank INA (BINA) Genjot Sosialisasi Penggunaan Ina Mobile

Ia merinci, pada semester I-2022 perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp 7,06 triliun atau naik 127% secara tahunan. Capaian itu ditopang peningkatan penyaluran kredit  segmen modal kerja sebesar 135% secara tahunan menjadi Rp 5,08 triliun. Disusul segmen investasi yang naik 121% secara tahunan menjadi Rp 1,63 triliun. Lalu, segmen konsumsi naik 65% secara tahunan menjadi Rp 337,04 miliar.

"Dari hasil penyaluran kredit berhasil membukukan pendapatan bunga bersih per Juni 2022 sebesar Rp 234,56 miliar, atau naik 115% dari Rp 109 miliar per Juni 2021,” imbuh dia.

Baca juga: Incar Rp 1 Triliun, Bank INA (BINA) Siap GelarRights Issue ke-4

Ia menjelaskan, pertumbuhan kredit diiringi dengan prinsip  kehati-hatian sehingga rasio kredit bermasalah turun terjaga di level 1,84% untuk NPL gross dan NPL nett di level 0,58%.

Pada sisi lain, kata dia, perseroan dapat membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 16,416 triliun dan menekan biaya dana dengan meningkatkan porsi dana murah atau (CASA), hal itu terlihat dari peningkatan Tabungan sebesar 10,1% dibanding akhir Juni 2021 menjadi Rp 435,51 miliar. Sedangkan untuk Giro meningkat 146% dari Rp 3,57 triliun menjadi Rp 8,79 triliun per Juni 2022

Baca juga: Bergerak Tren Turun, Saham Bank Ina (BINA) Amblas ke Level Terendah Baru di 2022

Aset perseroan meningkat naik menjadi Rp 19,33 triliun, atau 70,1% dibanding akhir Juni 2021 yang tercatat Rp 11,36 triliun.

Adapun rasio keuangan penting lainnya, NIM naik level 2,96% dari 2,26%. LDR di level 43,02%. BOPO 85,89%. KPMM 28,75%. ROA 0,79% dan ROE 4,61%.

Menariknya, BINA berpotensi mendapat tambahan modal hingga berpotensi mendapat dana segar sebesar Rp 1,24 triliun dari Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV atau right issue.

Baca juga: Harga Saham Bertengger di Bawah Rights Issue, Laba Bank Ina (BINA) Melesat 105%

Dalam aksi korporasi itu perseroan menawarkan 296.854.687 saham bernominal Rp 100 per lembar, dan mengharapkan pernyataan efektif dari OJK pada tanggal 16 November 2022.

Rencananya, dana hasil aksi korporasi ini untuk memenuhi persyaratan Modal Inti yang ditetapkan oleh OJK dalam Peraturan OJK No.12/2020 mengenai Konsolidasi bank umum, yakni minimal memiliki modal inti sebesar Rp 3 triliun pada akhir tahun 2022.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com