Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Was-was Sebentar Lagi Menuju Rp 15.250
JAKARTA, investor.id – Reli dolar Amerika Serikat (AS) tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, bahkan telah mencapai titik tertinggi baru 20 tahun. Lonjakan itu didukung pernyataan pejabat bank sentral AS yang hawkish tanpa henti ketika mencoba mengendalikan inflasi.
Alhasil, dolar Amerika Serikat (AS) semakin perkasa terhadap hampir semua mata uang dunia, termasuk rupiah. Awal pekan ini, bahkan dolar AS sudah berada pada level Rp 15.100-an dan tengah berupaya masuk ke level Rp 15.250 dalam waktu dekat ini.
Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama mengatakan, indeks dolar AS yang terus menanjak membuat rupiah kesulitan menguat. Penguatan dolar AS terhadap semua mata uang didorong oleh sentimen kenaikan suku bunga The Fed yang masih menjadi isu utama.
“Tapi, kalau untuk Rp 15.500 mungkin agak jauh. Tapi, kembali lagi tergantung sentimen pasar saat ini agak sulit untuk diprediks. Asumsi semua normal dan tidak ada kejadian atau kebijakan ekstrem, kecil peluang USD melonjak hingga Rp 15.500 dalam jangka pendek,” katanya kepada Investor Daily, Selasa (27/9/2022).
Adapun, risiko resesi dikarenakan oleh tingginya nilai suku bunga yang menyebabkan kekhawatiran sehingga dolar AS sebagai aset safe haven terkerek naik," ujar Revandra.
The Federal Reserve baru saja menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) lagi pada pertemuan September ini. The Fed diproyeksikan akan menaikkan suku bunga hingga di kisaran 4,25%-4,5% pada akhir 2022.
"Dengan inflasi AS yang masih jauh dari target 2%, The Fed disebut masih akan agresif dalam menaikkan suku bunga sehingga mata uang lain yang dipasangkan dengan dolar AS masih akan terus tertekan," kata Revandra.
Sementara itu, untuk hari ini, Revandra memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp 15.000 per dolar AS hingga Rp 15.250 per dolar AS.
Pada Senin (26/9/2022) kemarin, rupiah ditutup melemah 92 poin atau 0,61 persen ke posisi Rp 15.130 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.038 per dolar AS.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






