Jumat, 15 Mei 2026

Duh! Rupiah Bisa Tembus Rp 15.500 Per Dolar AS Dua Pekan Lagi? Ini Kata Pengamat..

Penulis : Lona Olavia
27 Sep 2022 | 16:05 WIB
BAGIKAN
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).

JAKARTA, investor.id – Rupiah yang terus tertekan seiring dengan reli dolar Amerika Serikat (AS) yang terus menguat membuat nilai tukar rupiah menjadi kian tak berdaya. Bahkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bisa saja tembus ke level psikologisnya Rp 15.500 dalam kurun waktu dua pekan ke depan.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, rupiah saat ini berada di Rp 15.169 per dolar AS dan  pelemahan bisa berlanjut hingga ke level harga Rp 15.250 per dolar AS dalam jangka pendek. 

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) akan menunggu input data Inflasi September yang akan dilaporkan pada 3 Oktober nanti. Jika inflasi masih berjalan di tingkat yang lebih tinggi, kemungkinan dalam pertemuan berikutnya ada serangkaian panduan moneter atau kenaikan suku bunga lainnya.

ADVERTISEMENT

“Dan ada kemungkinan dua minggu ke depan Rupiah bisa melemah hingga 15.400-15.500 per dolar AS,” katanya kepada Investor Daily, Selasa (27/9/2022).

Untuk itu, BI menurutnya harus menaikkan suku bunganya lagi, paling tidak 25 basis poin (bps). “Kecuali inflasi terkendali mungkin bisa mempertahankan suku bunga. Tapi, inflasi harus benar-benar terekendali,” ujarnya.

Analis pasar uang dari Monex Investindo Futures Faisal mengatakan, potensi rupiah ke 15.000 per dolar AS mungkin saja karena masih terjaganya prospek kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve AS, serta kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global.

“Mungkin sebaiknya BI bisa menaikan suku bunga setidaknya 50 bps lagi untuk menjaga selisih antara suku bunga BI dengan The Fed. Dan yg pasti pemerintah harus memastikan tingkat inflasi terjaga dengan baik, misalnya dengan mengucurkan subsidi, karena itu akan menjadi kunci untuk perekonomian nasional,” tegasnya.

Faisal mengatakan, peran BI dan pemerintah dalam hal ini amat penting karena dengan saling bersinergi maka keduanya dapat memberikan dampak yang baik dan menjaga laju rupiah.

Sedangkan, ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat potensi penguatan lebih besar ke depannya, dengan perkiraan Rp 14.800 - 14.900 per dolar AS. Situasi sekarang, menurutnya hanya bersifat sementara.

"Pelemahan mata uang Asia termasuk Rupiah saat ini cenderung terbatas dan temporary mengingat pelaku pasar akan tetap mencermati perkembangan inflasi AS terbaru yang dirilis pada pertengahan Oktober dimana diperkirakan akan cenderung melandai mempertimbangkan harga minyak mentah global yang saat ini juga dalam tren penurunan," jelasnya.

Apalagi dari sisi fundamental perekonomian, Josua menilai Indonesia masih sangat baik dibandingkan dengan negara lain. Terlihat dari sisi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, inflasi terkendali, neraca perdagangan surplus, hingga cadangan devisa yang lebih dari cukup.

BI diperkirakan juga akan terus menaikkan suku bunga acuan menjadi 5%-5,25% hingga akhir tahun untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

"Mempertimbangkan REER (Real Effective Exchange Rate) Rupiah yang masih <100 mengindikasikan bahwa nilai tukar rupiah saat ini belum menggambarkan kondisi fundamental sepenuhnya, atau dengan perkataan lain pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor sentimen. Sehingga mempertimbangkan faktor fundamental dari rupiah, maka rupiah berpotensi menguat dari level saat ini," pungkasnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 54 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia