Jumat, 15 Mei 2026

Penuh Tekanan, Rupiah Masih Betah di Zona Merah

Penulis : Lona Olavia
11 Okt 2022 | 15:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)
Ilustrasi uang. (Foto: Beritasatu Photo/Uthan A Rachim)

JAKARTA, investor.id - Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia memberi peringatakan bahwa risiko resesi global akan meningkat. Di mana inflasi tetap menjadi masalah berkelanjutan setelah operasi khusus Rusia ke Ukraina. Perlambatan pertumbuhan di negara-negara maju dan depresiasi mata uang di banyak negara berkembang, serta kekhawatiran inflasi yang sedang berlangsung.

Kondisi tersebut memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga serta menambah tekanan utang pada negara-negara berkembang. Di Amerika Serikat, ekonomi terbesar di dunia, pasar tenaga kerja masih sangat kuat tetapi kehilangan momentum karena dampak dari biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Roda perekonomian di wilayah Eropa melambat karena harga gas alam melonjak. Sementara itu, perlambatan ekonomi Tiongkok juga terjadi karena kebijakan zero covid policy dan volatilitas di sektor perumahan. IMF menghitung bahwa sekitar sepertiga dari ekonomi dunia akan mengalami kontraksi setidaknya dua kuartal berturut-turut tahun ini dan tahun depan.

ADVERTISEMENT

Perlambatan pertumbuhan di negara-negara maju, kenaikan suku bunga, risiko iklim dan berlanjutnya harga pangan dan energi yang tinggi sangat memukul negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang bisa saja akan terkena imbasnya. Walaupun saat ini Produk Domestik Bruto (PDB) 2022 masih relatif bagus namun bisa saja PDB di tahun 2023 akan melambat.

Dalam perdagangan Selasa (11/10/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 39 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 50 poin di level Rp 15.357 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.318.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp. 15.350 - Rp. 15.400,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan resmi, Selasa (11/10/2022).

Sedangkan, dolar AS naik pada hari Selasa dengan investor khawatir tentang kenaikan suku bunga dan eskalasi dalam perang Ukraina, sementara imbal hasil Treasury melonjak karena keruntuhan yang mengerikan di pasar obligasi Inggris memantul di sekitar pasar obligasi global.

Imbal hasil Treasury melonjak ketika perdagangan dilanjutkan setelah liburan AS Senin, dengan imbal hasil 30-tahun naik 11 basis poin ke level tertinggi hampir sembilan tahun di 3,956%..

Obligasi secara global telah tergeser oleh kekalahan emas, di tengah kekhawatiran dana pensiun dipaksa menjadi api penjualan dan janji Inggris lebih detail pajak dan tindakan darurat tambahan dari Bank of England telah berbuat banyak untuk membendung penjualan.

Latar belakang, sementara itu, adalah suku bunga yang semakin tinggi dan kegelisahan menjelang rilis data inflasi AS Kamis yang dapat mengatur panggung untuk kenaikan besar lainnya dari Federal Reserve pada November.

Harga berjangka menunjukkan pedagang diposisikan untuk sekitar 90% peluang kenaikan Fed 75 basis poin bulan depan dan untuk suku bunga dana Fed mencapai 4,5% pada Februari dan tetap di sana sebagian besar tahun 2023.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia