Jumat, 15 Mei 2026

Sempat Menguat, Rupiah Ditutup Balik Arah Lagi Turun 5 Poin

Penulis : Lona Olavia
13 Okt 2022 | 15:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar rupiah
sumber: Antara
ilustrasi nilai tukar rupiah sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Dalam kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian, apalagi IMF dan Bank Dunia mengisyaratkan bahwa ekonomi tahun depan akan terjadi kontraksi, rupiah gagal bertahan di zona hijau.

Dalam perdagangan Kamis (13/10/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 5 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp 15.361 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.376.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp 15.340 - Rp 15.400,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Kamis (13/10/2022).

ADVERTISEMENT

Sedangkan, indeks dolar diperdagangkan menguat terhadap mata uang lainnya dan tetap dekat dengan puncak 20 tahun karena investor memposisikan diri untuk isyarat yang lebih hawkish dari Federal Reserve menjelang data utama yang diharapkan menunjukkan inflasi IHK AS tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. Serta risalah pertemuan bank sentral September menunjukkan pada hari Rabu bahwa pembuat kebijakan dengan suara bulat menyetujui lebih banyak pengetatan moneter.

Baik indeks dolar dan dolar berjangka bertahan di atas 113 terhadap sekeranjang mata uang. Data pada hari Rabu juga menunjukkan bahwa inflasi PPI AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan September, menandakan kenaikan serupa pada CPI.

The Fed juga akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diisyaratkan awalnya, karena berjuang untuk mengendalikan inflasi yang merajalela di negara itu. Data hari ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa inflasi IHK AS tetap di atas 8 persen pada bulan September, mendekati puncak 40 tahun yang dicapai sebelumnya pada tahun 2022 ( ekspektasi 8,1 persen).

Faktor-faktor lainnya, kasus Covid-19 di Shanghai naik pada laju tercepat dalam tiga bulan minggu ini, mendorong kekhawatiran bahwa Tiongkok akan memberlakukan lebih banyak penguncian di pusat keuangan terbesarnya. Fokus juga pada Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20 minggu ini, untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan Tiongkok selama lima tahun ke depan.

Kekhawatiran krisis ekonomi di Inggris, di tengah spekulasi apakah Bank of England akan menarik dukungannya untuk pasar utang, juga membebani selera investor. Walaupun Financial Times melaporkan bahwa BoE telah memberi isyarat secara pribadi kepada pemberi pinjaman bahwa mereka siap untuk memperpanjang pembelian obligasinya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia