Sempat Menguat, Rupiah Ditutup Balik Arah Lagi Turun 5 Poin
JAKARTA, investor.id - Dalam kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian, apalagi IMF dan Bank Dunia mengisyaratkan bahwa ekonomi tahun depan akan terjadi kontraksi, rupiah gagal bertahan di zona hijau.
Dalam perdagangan Kamis (13/10/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 5 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp 15.361 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.376.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 15.340 - Rp 15.400,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Kamis (13/10/2022).
Sedangkan, indeks dolar diperdagangkan menguat terhadap mata uang lainnya dan tetap dekat dengan puncak 20 tahun karena investor memposisikan diri untuk isyarat yang lebih hawkish dari Federal Reserve menjelang data utama yang diharapkan menunjukkan inflasi IHK AS tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. Serta risalah pertemuan bank sentral September menunjukkan pada hari Rabu bahwa pembuat kebijakan dengan suara bulat menyetujui lebih banyak pengetatan moneter.
Baik indeks dolar dan dolar berjangka bertahan di atas 113 terhadap sekeranjang mata uang. Data pada hari Rabu juga menunjukkan bahwa inflasi PPI AS naik lebih dari yang diharapkan pada bulan September, menandakan kenaikan serupa pada CPI.
The Fed juga akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diisyaratkan awalnya, karena berjuang untuk mengendalikan inflasi yang merajalela di negara itu. Data hari ini diperkirakan akan menunjukkan bahwa inflasi IHK AS tetap di atas 8 persen pada bulan September, mendekati puncak 40 tahun yang dicapai sebelumnya pada tahun 2022 ( ekspektasi 8,1 persen).
Faktor-faktor lainnya, kasus Covid-19 di Shanghai naik pada laju tercepat dalam tiga bulan minggu ini, mendorong kekhawatiran bahwa Tiongkok akan memberlakukan lebih banyak penguncian di pusat keuangan terbesarnya. Fokus juga pada Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20 minggu ini, untuk petunjuk lebih lanjut tentang kebijakan Tiongkok selama lima tahun ke depan.
Kekhawatiran krisis ekonomi di Inggris, di tengah spekulasi apakah Bank of England akan menarik dukungannya untuk pasar utang, juga membebani selera investor. Walaupun Financial Times melaporkan bahwa BoE telah memberi isyarat secara pribadi kepada pemberi pinjaman bahwa mereka siap untuk memperpanjang pembelian obligasinya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






