Dolar AS Jatuh, Rupiah Melemah Lagi ke Posisi Rp 15.366 per Dolar AS
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat pagi melemah 4 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp15.366 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.362 per dolar AS
Sedangkan, dolar AS jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya dalam perdagangan yang fluktuatif pada akhir transaksi Kamis (Jumat pagi WIB), setelah awalnya melonjak menyusul laporan inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan, karena beberapa investor menganggap respons awal pasar terhadap data tersebut berlebihan.
Greenback sempat mencapai puncak 32 tahun terhadap yen di 147.665 setelah data tersebut, dan terakhir naik 0,1 persen pada 147,09 yen. Euro juga jatuh terhadap dolar pada awalnya ke level terendah dua minggu, kemudian rebound untuk diperdagangkan naik 0,8 persen hari ini di 0,9773 dolar.
Mata uang tunggal Eropa mungkin telah reli dari posisi terendah setelah laporan Reuters, mengutip empat sumber, mengatakan staf Bank Sentral Eropa (ECB) melihat perlunya kenaikan suku bunga lebih sedikit dari perkiraan pasar sekarang untuk menjinakkan inflasi. Itu menunjukkan bahwa situasi di zona euro mungkin tidak seburuk yang dipikirkan banyak orang.
"Respon awal terhadap IHK dibesar-besarkan, dolar Australia dan Selandia Baru sebelumnya jatuh 1,5 persen, dolar Kanada turun 1,3 persen. Ini adalah tanda-tanda pasar tertekan, panik karena kesalahan ringan pada data. Pembalikan sebagian seharusnya tidak mengejutkan, tetapi ini adalah pembalikan penuh dan kemudian beberapa," kata Greg Anderson, kepala strategi valuta asing global di BMO Capital Markets di New York.
Data menunjukkan harga konsumen AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada September dan tekanan inflasi yang mendasari terus meningkat, memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin (bps).
Mengikuti data, dana fed berjangka telah memperkirakan peluang 9,1 persen dari kenaikan suku bunga 100 basis poin, dan probabilitas 90,9 persen untuk kenaikan 75 basis poin pada pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan depan.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






