Jumat, 15 Mei 2026

Neraca Perdagangan Surplus, Rupiah Ditutup Bertahan di Zona Positif 

Penulis : Lona Olavia
18 Okt 2022 | 15:46 WIB
BAGIKAN
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).
Tujuh pecahan Uang Rupiah Kertas Tahun Emisi 2022 (Uang TE 2022).

JAKARTA, investor.id - Pelaku pasar merespon positif setelah rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) kembali mencatatkan surplus pada September 2022 telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, neraca dagang Indonesia kembali mencatat surplus sebesar US$4,99 miliar pada September 2022, meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar US$5,71 miliar. Sedangkan NPI pada Januari-September 2022 secara keseluruhan mencatat surplus US$39,87 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2021 sebesar US$25,10 miliar.

Adapun surplus neraca dagang pada bulan ini berasal dari surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah defisit neraca perdagangan migas yang sedikit meningkat. Surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar US$7,09 miliar pada September 2022, atau lebih rendah dibandingkan surplus pada Agustus 2022 sebesar US$7,73 miliar.

ADVERTISEMENT

Selain itu, Bank Indonesia mengungkapkan bahwa Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2022 kembali menurun. Posisi ULN Indonesia pada akhir Agustus 2022 tercatat sebesar 397,4 miliar dolar AS, turun 2,8 miliar dolar AS dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar 400,2 miliar dolar AS.

Penurunan ULN Pemerintah terjadi akibat adanya penurunan pinjaman seiring dengan pelunasan pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan penarikan pinjaman dalam mendukung pembiayaan program dan proyek prioritas.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas kebijakan terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal serta mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Dalam perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 24 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 35 poin di level Rp 15.464 dari penutupan sebelumnya di level Rp 15.487.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp. 15.440 - Rp. 15.490,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Selasa (18/10/2022).

Sementara itu, dolar AS merosot terhadap sekeranjang mata uang utama setelah menteri keuangan baru Inggris membuang sebagian besar "anggaran mini" pemerintah, sementara pendapatan yang lebih baik dari yang diharapkan dari Bank of America  membantu meningkatkan selera risiko.

Jeremy Hunt, yang ditunjuk sebagai menteri keuangan oleh Perdana Menteri Liz Truss pada hari Jumat, membalikkan petak "anggaran mini" 45 miliar pound yang memicu gejolak pasar di mana pound mencapai rekor terendah dan Bank of England terpaksa melakukan intervensi.

Sentimen risiko juga membaik setelah Bank of America melaporkan penurunan laba kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan dan mengatakan bahwa pengeluaran klien konsumen AS tetap kuat, bahkan jika melambat.

Federal Reserve juga telah mengisyaratkan bahwa suku bunga akan mengakhiri tahun pada tingkat yang lebih tinggi daripada yang terlihat selama krisis keuangan 2008, di tengah memburuknya prospek ekonomi. Pasar memperkirakan kemungkinan hampir 100% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada bulan November, kenaikan ketiga berturut-turut.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia