Sabtu, 4 April 2026

Rusia Susun Aturan Larangan Ekspor, Harga Minyak Ikut Terdongkrak

Penulis : Indah Handayani
29 Nov 2022 | 11:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak Selasa pagi (29/11/2022) terpantau kembali menguat. Didukung oleh sentimen dari sinyal optimisme dari UE akan segera tercapainya kesepakatan batas harga, dan penyusunan aturan larangan ekspor oleh Rusia. Meski demikian, komitmen Tiongkok untuk tetap mempertahankan kebijakan nol-Covid, membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, dalam pertemuan lanjutan Senin (28/11/2022), para pemimpin negara-negara Uni Eropa (UE) yang bertemu untuk memutuskan batas harga minyak Rusia kembali menemui kebuntuan. UE yang awalnya mengusulkan batas harga di level US$ 65 per barel, telah menurunkan ke level $62 per barel. Namun, Polandia, didukung oleh Lituania, dan Estonia tetap bersikeras agar batas harga yang ditetapkan di level US$ 30 per barel, dengan alasan bahwa biaya produksi Rusia diperkirakan sekitar US$ 20 per barel.

“Sejauh ini belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk kembali melanjutkan pembicaraan. Meski demikian, Presiden Komisi UE, Ursula von der Leyen pada hari Senin mengatakan pihaknya optimis bahwa UE akan segera menyetujui batas harga tersebut dengan G7 dan mitra utama lainnya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (29/11/2022).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Rusia diberitakan sedang menyusun keputusan presiden yang isinya mengenai larangan bagi perusahaan Rusia dan pedagang mana pun yang membeli minyak Rusia untuk menjualnya kepada siapa pun yang berpartisipasi dalam pembatasan harga, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut pada Senin (28/11/2022).

“Berita tersebut sekaligus merupakan bentuk nyata menyusul beberapa peringatan sebelumnya dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang menegaskan tidak akan memasok energi kepada negara mana pun yang berpartisipasi dalam skema batas harga,” tambahnya.

Lebih lanjut Tim Research and Development ICDX menyebut, sentimen positif lainnya datang dari berita bahwa Perusahaan Minyak Nasional Abu Dhabi (ADNOC) akan memangkas 5% dari pasokan minyak mentah Desember ke beberapa pedagang di Asia tetapi akan memberikan volume kontrak penuh pada Januari, ungkap lima sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pada hari Senin.

“Berita tersebut mengindikasikan potensi bahwa OPEC dan sekutunya akan menyepakati untuk memangkas produksinya kembali dalam pertemuan 4 Desember mendatang,” jelas Tim Research and Development ICDX.

Baca juga: 

Sementara itu, tambah Tim Research and Development ICDX, pemerintah Tiongkok pada hari Senin memperketat keamanan pasca terjadinya protes yang menyebar di berbagai kota di Tiongkok yang menentang kebijakan nol-Covid. Komisi Kesehatan Nasional melaporkan total infeksi harian mencapai 38,645 kasus untuk 28 November, turun dari 40,347 kasus pada sehari sebelumnya. Isyarat pemerintah Tiongkok untuk tetap mempertahankan kebijakan nol-Covid memicu kekhawatiran akan turut membuat permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu ikut meredup.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 43 detik yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 12 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 21 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 58 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia