Jumat, 15 Mei 2026

Reliance Sekuritas: Menanti Data Inflasi Indonesia, Intip Daftar Saham Potensi Meroket Hari Ini

Penulis : Indah Handayani
1 Des 2022 | 08:15 WIB
BAGIKAN
Karyawan memotret monitor pergerakan harga saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan memotret monitor pergerakan harga saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id - Reliance Sekuritas mengatakan pasar tengah menanti data inflasi Indonesia pada Kamis (1/12/2022). Untuk itu IHSG diperkirakan mixed cenderung menguat mengikuti sentiment bursa regional pada perdagangan hari ini. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 7.010 – 7.105. Intip daftar saham potensi meroket hari ini, diantaranya BBRI dan PTBA.

Reliance Sekuritas menjelaskan, pasar akan menanti rilis data inflasi Indonesia yang diperkirakan mengalami penurunan menjadi 5.5% dan juga data S&P Global Manufacturing PMI bulan November yang sebelumnya berada di level ekspansi 51.8. “Untuk itu, IHSG hari ini diperkirakan akan mixed,” tulis Reliance Sekuritas dalma risetnya, Kamis (1/12/2022).  

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menambahkan, IHSG membentuk candle bullish yang kuat diikuti peningkatan pada volume beli. Sehingga IHSG masih berpotensi menguji resistance. “Beberapa saham yang memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini yaitu: BBRI, PTRO, ADRO, BBNI, HRUM, AGII, MAPI, ARKO, PTBA,” tambah Reliance Sekuritas.

ADVERTISEMENT

IHSG di perdagangkan di zona hijau dan ditutup menguat ke level 7.081 (0,99%). Penguatan IHSG didorong data ekonomi Indonesia yang masih solid dan ekspektasi pasar terhadap penurunan inflasi mendorong sektor konsumer menguat. Beberapa sektor yang mengalami penguatan diantaranya sektor keuangan (1,80%), sektor Kesehatan (1,20%) dan sektor konsumen primer (0,89%).

Investor asing tercatat membukukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 521.27 miliar dengan saham-saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing diantaranya adalah BMRI, BBNI, BBCA, BBRI, BUKA.

Sementara itu dari bursa AS, ketiga indeks utama AS kompak ditutup menguat. Penguatan didorong oleh pernyataan  Jerome Powell yang mengatakan The Fed memungkinkan untuk tidak terlalu agresif dalam menaikan suku bunga setelah bulan Desember. Selain itu, rilis data ADP Employment Change November tercatat naik 127 ribu namun dibawah ekspektasi pasar sebesar 200 ribu.

Dari bursa Asia, pada pagi ini telah diperdagangkan di zona hijau, saat laporan ini ditulis index Nikkei 225 menguat (1,56%), diikuti index Kospi yang juga menguat (0,88%). Pada pagi ini Korea merilis GDP kuartal 3 yang tumbuh 3,1% YoY atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 2,9% YoY.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia