Penjualan Semen Diprediksi Pulih di 2023, Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, Investor.id - Penjualan semen nasional berkontraksi sebesar 3,4%, seiring dengan agresifnya menaikkan harga jual semen sepanjang 2022. Meski demikian, kontraksi penjualan tersebut telah tercermin dalam pergerakan harga saham emiten semen pada 2022.
Tim riset CGS CIMB Sekuritas menyebutkan bawah total penjualan semen nasional tahun 2022 sebanyak 65,2 juta ton atau turun 3,4%. Angka tersebut hanya merefleksikan 94% dari target. “Meski berkontraksi, kami meyakini bahwa penurunan tersebut sudah terefleksi dalam pergerakan harga saham emiten semen,” tulis CGS CIMB dalam risetnya.
Terkait penurunan volume penjualan semen di Jawa Tengah sebanyak 17,3 % menjadi 8,3 juta ton, kemungkinan dipengaruhi atas belum dicatatkannya penjualan Semen Grobogan, karena mulai beropasi pada awal 2022. Jika digabungkan dengan penjualan Semen Grobogan dengan estimasi 1 juta ton, penurunan penjualan semen nasional kemungkinan hanya 1,8% tahun lalu.
Di sisi lain, penjualan semen curah mencapai 17,2 juta ton atau melesat 14,5%, dibandingkan penjualan semen kemasan dengan penurunan 8,7% menjadi 45,9 juta ton. Kenaikan penjualan semen curah didukung atas pulihnya pembangunan infrastruktur, perusahaan mix cement memilih memperbanyak penggunaan semen curah akibat harganya lebih murah.
Terkait penjualan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) disebut mengalami penurunan sebanyak 7,7% menjadi 29,6 juta ton pada 2022, dibandingkan dengan PT Indocemen Tunggal Prakasa Tbk (INTP) dengan penurunan 6,6 % menjadi 15,5 juta ton. Sedangkan penjualan perusahaan semen kecil menunjukkan peningkatan dari 25,4% menjadi 28,5%.
“Tingginya penurunan volume penjualan SMGR dan INTP dipengaruhi atas lonjakan harga jual tahun lalu. Kenaikan tersebut menjadi peluang bagi perusahaan semen kecil,” sebut CGS CIMB.
Memasuki tahun 2023, CGS CIMB Sekuritas menyebutkan, volume penjualan SMGR dan INTP diprediksi pulih dengan pertumbuhan berkisar 2-4%. Pendongkrak utama diprediksi datang dari penjualan semen curah, seiring dengan pesatnya pengembangan infrastruktur di dalam negeri, khususnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas mempertahankan overweight saham emiten semen dengan peluang peningkatan margin keuntungan. Hal ini diharapkan berdampak terhadap pertumbuhan kinerja keuangan solid.
CGS CIMB merekomendasikan add saham SMGR dengan target harga Rp 10.600. Saham SMGR ditetapkan sebagai pilihan teratas untuk saham sektor ini. Sedangkan saham INTP direkomendasikan add dengan target harga Rp 11.600.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Tag Terpopuler
Terpopuler






