Tiga Emiten Pakan Ternak Ekspansi Rp 5,5 Triliun
JAKARTA – Tiga emiten pakan ternak, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), berencana ekspansi besar-besaran. Total dana yang digelontorkan ketiga perusahaan itu sekitar Rp 5,5 triliun, dengan rincian Rp 2 triliun dikucurkan Charoen, Japfa Rp 3 triliun, dan Malindo Rp 500 miliar.
Dana investasi yang masuk dalam belanja modal (capital expenditure/capex) tersebut digunakan untuk memacu kapasitas produksi terpasang pakan ternak, ayam usia sehari (day old chicks/DOC), dan makanan olahan berbasis daging ayam. Tambahan kapasitas diharapkan mampu merespons pertumbuhan konsumsi daging ayam di Tanah Air.
Maybank Kim Eng Securities memperkirakan pertumbuhan per tahun (CAGR) konsumsi daging ayam domestik mencapai 12,5% selama 2013-2017, lebih tinggi dibanding 2007-2012 sebesar 7,4%. Pertumbuhan konsumsi bakal disokong kenaikan upah minimum provinsi, pertumbuhan pendapatan per kapita, dan peningkatan kebutuhan protein.
Konsumsi per kapita daging ayam di Indonesia masih rendah. Itu membuat ruang pertumbuhan konsumsi masih cukup besar. Tahun ini, omzet industri perunggasan (pakan ternak, DOC, makanan olahan berbasis ayam) ditaksir tumbuh 10% menjadi Rp 165 triliun, dari tahun lalu Rp 150 triliun. “Tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2017,” demikian Kim Eng Securities dalam risetnya.
Baca selengkapnya di
Investor Daily versi cetak di https://subscribe.investor.id
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler

