Kamis, 14 Mei 2026

Saham Bluechips Sudah Undervalued

Penulis : Lona Olavia / Tri Listiyarini
26 Apr 2021 | 11:37 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui tablet, baru-baru ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Investor melihat pergerakan saham melalui tablet, baru-baru ini. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

JAKARTA, investor.id – Sejumlah saham berkapitalisasi besar dan unggulan (bluechips) sudah undervalued seiring pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini waktu yang tepat untuk mengoleksi saham-saham bluechips karena harganya telah terkoreksi cukup dalam.

Saham-saham bluechips tetap menarik bagi investor dan berpeluang rebound apabila kasus Covid-19 sudah kembali mereda, keadaan ekonomi sudah membaik, serta emiten-emiten bluechips ini membukukan kinerja sesuai ekspektasi investor atau bahkan lebih tinggi dari ekspektasi investor.

Saham Bluechips Sudah Undervalued
Perkembangan saham Bluechips

Beberapa saham bluechips yang sudah undervalued di jajaran LQ45, menurut kalangan analis, di antaranya BMRI, BBNI, TLKM, ASII, ICBP, INDF, UNTR, dan KLBF.

Selain itu, ada saham UNVR, BBRI, SMGR, PGAS, JPFA, TOWR, SMGR, HMSP, GGRM, INDF, ICBP, PTPP, MYOR, EXCL, dan JSMR.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, pada periode 2020 hingga 23 April 2021, harga saham BMRI telah turun 23% dari posisi ter tingginya, kemudian saham BBCA dan BBRI sama-sama melemah 13% dari posisi tertingginya, TLKM turun 18%, UNVR melemah 29%, dan saham ASII terkoreksi 22%. Sedangkan saham-saham bluechips yang turun paling dalam dari posisi tertingginya adalah PTPP anjlok 46%, MNCN turun 45%, HMSP melemah 44%, dan PGAS terkoreksi 43%.

Dilihat dari sisi price earning ratio (PER), saham-saham bluechips yang memiliki PER rendah adalah saham MEDC yakni minus 5,87 kali, MNCN 6,21 kali, GGRM 9,07 kali, INDF 9,18 kali, BBTN 10,77 kali, dan PTBA 11,20 kali. Sedangkan yang memiliki PER tertinggi adalah saham TPIA sebesar 246,13 kali.

Saham Bluechips Sudah Undervalued
Perkembangan saham Bluechips januaro 2020-23 April 2021

Pada perdagangan Jumat (23/4), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 22,68 poin atau 0,38% ke posisi 6.016,86, namun dalam sepekan anjlok 1,14%. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,79 poin atau 0,98% ke posisi 902,74.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (23/4) di antaranya TLKM melemah 20 poin (0,60%), AALI turun 50 poin (0,53%), UNVR terkoreksi 50 poin (0,82%), HMSP turun 10 poin (0,76%), GGRM melemah 75 poin (0,21%), JSMR melemah 50 poin (1,21%), ARTO turun 250 poin (2,36%), BRIS melemah 20 poin (0,85%), dan EMTK anjlok 40 poin (1,67%).

Kemudian, INKP anjlok 125 poin (1,34%), MEGA terkoreksi 25 poin (0,29%), MYOR turun 40 poin (1,61%), BNLI terkoreksi 60 poin (2,68%), ANTM melemah 30 poin (1,28%), dan INCO melemah 40 poin (0,95%).

Saham Bluechips Sudah Undervalued
Pergerakan IHSG Januari 2020-23 April 2021

Sedangkan dalam sepekan lalu (19-23 April), IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 1,14% ke level 6.016,86 dari posisi 6.086,26 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar bursa turun 1,17% menjadi Rp 7.121,39 triliun dari Rp 7.205,77 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Kemudian, data rata-rata volume transaksi harian bursa selama sepekan turun 5,95% menjadi 14,76 miliar saham dari 15,67 miliar saham pada pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian bursa juga turun 11,30% menjadi Rp 8,66 triliun dari Rp 9,76 triliun.

Sedangkan rata-rata frekuensi transaksi harian bursa turun 12,44% menjadi 897.876 kali transaksi dari 1.025.495 kali transaksi pada pekan sebelumnya. Investor asing sepanjang tahun 2021 mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 8,89 triliun. (jn)

Baca juga

https://investor.id/market-and-corporate/saham-bluechips-diperdagangkan-di-bawah-ratarata-valuasi-5-tahun

https://investor.id/market-and-corporate/ihsg-konsolidasi-pelaku-pasar-nantikan-pertemuan-the-fed-28-april

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 51 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia