Kamis, 14 Mei 2026

Wika Gedung (WEGE) Mulai Garap Kantor Kemenko di IKN Rp 745 Miliar

Penulis : Ely Rahmawati
17 Mar 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Crane WIKA Gedung sedang mengerjakan bagunan gedung di kawasan Permata Hijau Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR
Crane WIKA Gedung sedang mengerjakan bagunan gedung di kawasan Permata Hijau Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung bersiap memulai pembangunan gedung Kementerian Perekonomian (kemenko) paket 1 di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara senilai Rp 745 Miliar. Hal itu dilakukan usai serah terima gedung hunian pekerja IKN sebanyak 12 menara.

“Setelah rampung dan serah terima hunian pekerja konstruksi (HPK), kami akan mulai menggarap proyek pembangunan gedung dan kawasan kantor Kemenko paket 1 di IKN. Posisi gedung tersebut tidak jauh dari kawasan Istana Presiden IKN, dengan mengusung konsep green building,” kata Deputi Manager Project Wika Gedung (WEGE) Wahyu Anggoro di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (16/3/2023).

Nantinya, lanjut dia, gedung perkantoran yang mengusung konsep green building itu bakal di tempati oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves). Lingkup pekerjaan Wika Gedung dalam proyek ini adalah rancang bangun (design and build) dengan masa pelaksanaan pekerjaan selama 660 hari kerja.

ADVERTISEMENT

Kawasan gedung Kemenko Paket 1 ini akan berdiri di atas lahan seluas 24.274 meter persegi (m2). Gedung setinggi delapan lantai ini akan dilengkapi dengan smart building system yang terintegrasi. Demi mengusung konsep ini, Wika Gedung turut mengaplikasikan building information modelling (BIM) dalam proses rancang dan bangun gedung ini.

Wahyu menambahkan, pihaknya telah menyelesaikan proyek pembangunan hunian pekerja konstruksi IKN (HPKIKN) Nusantara. Dari 22 menara yang terbangun, sebanyak 12 menara karya WEGE mulai dihuni oleh pekerja lengkap dengan fasilitas penunjang. Proyek tersebut rampung Januari 2023 sejak mulai dibangun pada Agustus 2022.

Wika Gedung sebagai leader dalam proyek ini mendapat porsi membangun sebanyak 12 menara HPK. Dalam proyek ini, perseroan mengerjakan pekerjaan design and build, landscape dan hardscape. Menggunakan teknologi modular yang didalamnya sudah termasuk MEP dan kelengkapan fasilitas ruangan seperti tempat tidur, toilet, kamar mandi serta wastafel dan lainnya.

Wika Gedung membangun 12 menara HPK ini menggun akan teknologi modular dengan spesifikasi dimensi modul, yakni panjang 5,24 meter (m), lebar 2,62 m, dan tinggi 3 m. Luas satu modul mencapai mencapai 13,72 m2, sedangkan satu menara HPK terdiri atas empat lantai, dengan total modul yang dipakai mencapai 1.632 modul.

“Waktu yang diberikan untuk pekerjaan membangun HPK ini dimulai sejak Agustus 2022 hingga Maret 2023. Daya tampung secara keseluruhan HPK ini mencapai kurang lebih 16 ribu pekerja dengan nilai proyek pembangunan sebesar Rp 567 miliar,” jelas Wahyu.

Adapun fasilitas pendukung lainnya yang sudah terbangun adalah ruang serbaguna (mess hall), toko, kantor, tempat ibadah dan klinik kesehatan. Semua pembangunan ini sesuai arahan Presiden bahwa pembangunan HPK beserta fasilitas pendukung dimaksudkan agar tidak ada rumah-rumah liar yang pemicunya berasal dari bedeng-bedeng. Harapannya, IKN menjadi Kota yang indah tanpa terlihat kumuh.

Dia menegaskan, pembangunan IKN ini sudah dimulai sejak 2022 hingga 2045 mendatang. Adapun pemerintah menargetkan Istana Negara sudah beroperasi pada 2024, sedangkan proses pembangunan akan berkelanjutan hingga 2045. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 30 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia