Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Setelah Rilis Data Inflasi AS yang Lebih Rendah

Penulis : Grace El Dora
13 Apr 2023 | 12:33 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada perdagangan Kamis (13/4) menguat setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan.

Kurs rupiah yang dipantau dari Antara pada Kamis dibuka naik 74 poin atau 0,50% ke posisi Rp 14.806 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.880 per dolar AS.

“Rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan mengindikasikan melemahnya permintaan domestik AS akibat kebijakan suku bunga yang hawkish dari (The Federal Reserve) The Fed,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova, Kamis.

ADVERTISEMENT

Rully mengatakan dengan melihat fenomena ekonomi AS saat ini, maka ke depan bank sentral AS atau The Fed diperkirakan akan merencanakan jadwal penurunan suku bunganya secara bertahap.

Indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Maret 2023 mencatat kenaikan 0,1% dari bulan ke bulan (mtm). Angka itu lebih rendah dari perkiraan konsensus pasar sebesar 0,3% dan ekspansi 0,4% pada bulan sebelumnya, menurut data yang dikeluarkan pada Rabu (12/4) pagi.

Dalam 12 bulan hingga Maret 2023, CPI meningkat 5,0%, kenaikan tahun ke tahun (YoY) terkecil sejak Mei 2021. CPI naik 6,0% secara YoY pada Februari 2023.

Sedangkan dari faktor internal, data-data ekonomi masih kuat diantaranya Purchasing Managers’ Index (PMI), inflasi, dan cadangan devisa.

Hasil survei yang dirilis S&P Global menunjukkan capaian PMI manufaktur Indonesia pada Maret 2023 berada di posisi 51,9, naik dibanding bulan sebelumnya yang menempati level 51,2.

Capaian tersebut kembali mampu melewati PMI pusat manufaktur terbesar dunia, yaitu Tiongkok (50,0) dan kembali lebih tinggi dari PMI Asean (51,0), Malaysia (48,8), Vietnam (47,7), Taiwan (48,6), Jepang (49,2), Korea Selatan (47,6), Inggris (48,0), Amerika Serikat (49,3), dan Jerman (44,4).

Sementara inflasi tahunan (YoY) Maret 2023 mencapai 4,97% karena terdapat peningkatan CPI dari 108,95 pada Maret 2022 menjadi 114,36.

Jika dilihat dari tren, inflasi tahunan pada Maret 2023 menurun dari level 5,28% secara YoY pada Januari 2023 dan 5,47% secara YoY pada Februari 2023.

Cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2023 mencapai US$ 145,2 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Februari 2023 sebesar US$ 140,3 miliar.

Peningkatan posisi cadangan devisa pada Maret 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Rully memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp 14.890 per dolar AS sampai dengan Rp 14.950 per dolar AS.

Pada Rabu rupiah ditutup meningkat enam poin atau 0,04% ke posisi Rp 14.880 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.886 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia