Saham GOTO akan Masuk Indeks MSCI per Juni 2023, Bagaimana Dampak Sahamnya?
JAKARTA, investor.id – Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan kembali melakukan rebalancing atau meninjau saham-saham yang masuk dalam indeks MSCI. Hasil rebalancing akan berlaku efektif per 1 Juni 2023.
MSCI akan kembali menyaring sejumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar, free float saham, likuditas saham dalam periode tertentu, dan sejumlah kriteria lainnya.
Analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan dan pembobotan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan menjadi satu-satunya saham yang bakal dimasukkan dalam indeks MSCI bulan depan. Hal ini didukung free float yang besar mencapai US$ 5,5 miliar dan likuiditas mencapai Rp 469 miliar per hari.
Tak hanya itu, menurut dia, rasio nilai rata-rata perdagangan (ATVR) saham GOTO sudah sesuai dengan persyaratan likuiditas yang ditetapkan MSCI, sehingga saham tersebut berpeluang besar dimasukkan dalam daftar Mei tahun ini.
Lantas, bagiamana dampaknya terhadap saham GOTO? Trimegah Sekuritas menyebutkan, masuknya saham GOTO ke dalam MSCI akan menarik minat investor global untuk berinvestasi di saham tersebut. Di sisi lain, investor yang sudah memiliki saham tersebut kemungkinan memanfaatkan sentimen tersebut untuk ke luar dari saham GOTO.
Trimegah Sekuritas menambahkan berita masuknya saham GOTO dalam MSCI sudah diantisipasi pasar terhitung sejak Februari tahun ini. Saat itu, digadang-gadang saham GOTO masuk Maret 2023, namun tertunda.
“Kami menilai bahwa masuknya saham GOTO ke dalam indeks MSCI tidak akan berdampak besar terhadap pergerakan harganya. Faktor utama yang bisa mendongkrak saham GOTO adalah perbaikan kinerja keuangan atau profitabilitas,” tulis Richardson dan Willinoy.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






