Jumat, 15 Mei 2026

Sentimen Mereda, Siap-Siap IHSG Pekan Ini Berpotensi Rebound

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah / Zsazya Senorita
8 Mei 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung memotret layar elektronik yang menampilkan pererakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diperkirakan kembali masuk zona hijau setelah terkoreksi berhari-hari pada pekan lalu. Meredanya inflasi Amerika Serikat (AS) dan peningkatan indeks konsumen April 2023 akan memicu indeks untuk rally.

Analis Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima mengatakan, pihaknya memperkirakan pekan ini indeks akan rebound terutama untuk sektor energi. Sentimen utama pekan ini datang dari rilis inflasi AS April yang akan dirilis pada hari Rabu mendatang.

“Inflasi AS berpotensi untuk turun di bawah 5% pada bulan April dan akan memicu rally pasar global. Dari domestik, angka indeks keyakinan konsumen April yang akan dirilis pada hari Selasa diperkirakan mampu juga memberikan tambahan tenaga IHSG untuk rally,” jelasnya kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

ADVERTISEMENT

Dengan meredanya inflasi AS, maka saham-saham perbankan akan menjadi primadona akibat potensi pemangkasan suku bunga yang akan diberikan oleh Bank Indonesia (BI). Lebih lanjut, sektor konsumsi juga berpotensi bergerak atraktif pada kuartal II-2023 yang ditopang oleh tren penurunan inflasi yang bisa menolong perusahaan konsumsi untuk mengendalikan beban operasional.

“Saham PT industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dengan  target harga Rp 1.000 dan juga PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan target harga Rp 1.200,” ujar dia.

Secara terpisah, Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani mengungkapkan hal serupa dengan perkiraan indeks mengalami penguatan terbatas. Proyeksi didukung oleh rilis data ekonomi domestik yang merepresentasikan fundamental ekonomi nasional masih tumbuh solid.

Misalnya, PMI Manufaktur Indonesia yang masih tercatat dalam level ekspansif 52,7. “Akselerasi produksi ditopang oleh solidnya permintaan dalam negeri ditengah menurunnya kinerja ekspor akibat potensi perlambatan ekonomi global,” kata dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia