Jumat, 15 Mei 2026

Tak Bukukan Pendapatan, Emiten Ini Dipantau Khusus, Sahamnya Kena Suspensi 1,5 Tahun

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Mei 2023 | 14:00 WIB
BAGIKAN
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Foto ilustrasi: B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Karyawati melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (Foto ilustrasi: B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

Dalam situs resmi Aesler dijelaskan bahwa perusahaan adalah sebuah grup konsultan arsitektur dan teknik global yang menyediakan solusi terintegrasi melalui berbagai layanannya yang mencakup perencanaan perkotaan, desain arsitektur, manajemen konstruksi, dan layanan terkait lainnya.

Dari data BEI terungkap bahwa Aesler baru mencatatkan sahamnya pada 9 April 2020. Saham RONY kena suspensi BEI sejak 27 Desember 2021 dan belum dibuka hingga pedagangan Jumat (26/5/2023) kemarin. Suspensinya sudah berlangsung selama hampir 1,5 tahun.

Kala itu, BEI menilai perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham RONY karena terjadinya peningkatan harga kumulatif. Saham RONY kena suspensi ketika berada di harga Rp 800. Padahal di 14 Desember 2021, harganya masih Rp 280.

ADVERTISEMENT

Berikut daftar lengkap efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus berlaku efektif 29 Mei 2023:

Tak Bukukan Pendapatan, Emiten Ini Dipantau Khusus, Sahamnya Kena Suspensi 1,5 Tahun
Tak Bukukan Pendapatan, Emiten Ini Dipantau Khusus, Sahamnya Kena Suspensi 1,5 Tahun
Tak Bukukan Pendapatan, Emiten Ini Dipantau Khusus, Sahamnya Kena Suspensi 1,5 Tahun
Tak Bukukan Pendapatan, Emiten Ini Dipantau Khusus, Sahamnya Kena Suspensi 1,5 Tahun
Tak Bukukan Pendapatan, Emiten Ini Dipantau Khusus, Sahamnya Kena Suspensi 1,5 Tahun
Sumber: BEI

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia