Akhirnya, Amman Mineral (AMMN) Tembus Jajaran Emiten Elite
JAKARTA, investor.id – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), raksasa pertambangan tembaga, akhirnya masuk jajaran emiten elite. Sebab perusahaan besutan Agoes Projosasmito, Medco, dan Salim Group ini berhasil tembus 10 besar emiten dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada perdagangan saham di BEI, Jumat (21/7/2023), market cap AMMN mencapai Rp 135 triliun atau di peringkat 10. Padahal, sebelumnya posisi tersebut ditempati PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menempati peringkat 1 dengan market cap mencapai Rp 1.117 triliun, berdasarkan data BEI yang diolah pada Minggu (23/7/2023). Peringkat 2 adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 844 triliun. Peringkat 3 yaitu PT Bayan Resources Tbk (BYAN) Rp 624 triliun.
Kemudian, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di peringkat 4 dengan market cap Rp 513 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di peringkat 5 senilai Rp 382 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) di peringkat 6 sebesar Rp 261 triliun, dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di peringkat 7 senilai Rp 176 triliun.
Selanjutnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) di peringkat 8 dengan market cap Rp 167 triliun dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) di peringkat 9 sebesar Rp 164 triliun. Terakhir, di peringkat 10 adalah AMMN.
Jajaran emiten elite tersebut memiliki gabungan market cap Rp 4.383 triliun atau menguasai 44,1% dari total market cap bursa yang mencapai Rp 9.940,3 triliun.
AMMN Masih Bisa Naik
Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2023. Hingga Jumat (21/7/2023), saham AMMN bertengger di level Rp 1.875 atau naik 10,6% dari harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) Rp 1.695.
Menurut analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova, kenaikan harga saham AMMN akan berlanjut, karena didukung oleh prospek kinerja Amman Mineral. “Hal ini dipengaruhi oleh harga komoditas. Dalam hal ini, Amman Mineral memproduksi tembaga dan emas. Jadi, ini akan bagus ke saham AMMN,” jelas dia dalam ulasannya.
Ivan memprediksi harga saham AMMN mampu menembus Rp 2.000. “Emiten di sektor komoditas, seperti AMMN, ANTM, dan MDKA akan memberikan dampak yang mempengaruhi pasar saham domestik,” sebut dia.
Secara terpisah, analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambadha mengemukakan, saham AMMN memiliki prospek positif, seiring rencana Amman Mineral membiayai proyek-proyek strategis. Hal ini akan menjaga tingkat profitabilitas perusahaan ke depan.
“Dari sisi valuasi, saham AMMN masih bagus. Apalagi, price to earnings ratio (PER) sekitar 7 kali dibanding rata-rata industri yang sebesar 8,6 kali. Valuasinya masih kompetitif,” kata Reza.
Amman Mineral Internasional melalui anak usahanya mengelola dua tambang besar, yaitu Batu Hijau dan Elang di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Tambang Batu Hijau merupakan penghasil tembaga terbesar kedua di Indonesia. Sedangkan tambang Elang yang masih dalam tahap ‘eksplorasi’ diperkirakan menjadi salah satu tambang dengan kandungan tembaga dan emas terbesar di dunia,” tulis analis Samuel Sekuritas Juan Harahap dalam risetnya.
Amman Mineral telah meraup dana Rp 10,8 triliun dari hasil IPO. Perseroan berencana menggunakan dana hasil IPO untuk mendukung proyek pengolahan bijih dan pembangkit listrik, proyek smelter, dan pembayaran utang.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






