Kamis, 14 Mei 2026

Penjualan Melonjak 2000%, Estika Tata Tiara (BEEF) Balikan Rugi Jadi Laba Rp 52 Miliar

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
2 Aug 2023 | 14:20 WIB
BAGIKAN
Salah satu produk PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF). (Foto: BEEF)
Salah satu produk PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF). (Foto: BEEF)

JAKARTA, investor.id - Kuartal II-2023, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) bukukan lonjakan penjualan hampir 2.000% menjadi sebesar Rp 301,70 miliar, dari periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp 14,9 miliar. Pertumbuhan penjualan ini menjadi kabar baik bagi perseroan, karena pada akhirnya mampu membukukan laba bersih Rp 52 miliar dari periode yang sama pada tahun lalu merugi Rp 40 miliar.  

Direktur Utama Estika Tata Tiara (BEEF) Imam Subowo mengatakan, penjualan daging dan distribusi yang meningkat selama semester pertama 2023 menjadi kontributor utama pertumbuhan. Segmen ini, berkontribusi sebesar 99% dari total penjualan, yang pada semester ini tercatat sebesar Rp 297,5 miliar atau tumbuh 77% dibandingkan pendapatan dari penjualan daging dan distribusi pada tahun sebelumnya sejumlah Rp 3,2 miliar. 

Pertumbuhan penjualan ini menjadi kabar baik bagi perseroan, karena pada akhirnya mampu membukukan laba bersih Rp 52 miliar dari periode yang sama pada tahun lalu merugi Rp 40 miliar. Selain laba, perseroan juga terus berusaha memperbaiki kinerja keuangan pada kuartal II-2023, salah satunya yakni dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dengan mengeluarkan saham B sejumlah 5.147.058 .824 saham Seri B dalam bentuk konversi penyelesaian utang perseroan menjadi saham kepada Asia Agri International Ltd sebesar Rp 350 miliar menjadi 5 .147.058.824 saham Seri B.

ADVERTISEMENT

Imam menjelaskan, Asia Agri, sebagai investor baru BEEF, selama tiga tahun mendatang akan berfokus kepada perbaikan kinerja perseroan dengan membantu perbaikan seluruh infrastruktur unit usaha yang telah lama terbengkalai sehingga menjadi lebih layak dan presentable, membesarkan aset biologis yaitu mengimpor sapi dari Australia atau negara penghasil sapi atau kerbau, dan membantu usaha perseroan atas usaha utamanya yaitu menjalankan perdagangan daging dan produk olahan (turunannya) agar lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dan luar Indonesia.

Menurutnya, izin impor sapi itu, direalisasikan dengan mengaktifkan kembali izin impor untuk Sapi Hidup dan mendapatkan kuota 12 ribu ekor sapi hidup di 2023 juga izin impor untuk Daging Beku. Semenjak bulan Desember 2022 hingga bulan Juni 2023, perseroan sudah mengimpor sapi hidup dari Australia sejumlah kurang lebih 3.500 ekor sapi. “Sejak awal tahun 2023 ini, perseroan kembali aktif dalam penjualan Daging Beku dan Sapi Hidup, sehingga seluruh penjualan perseroan tercermin dalam Laporan Keuangan kuartal II,” ujar dia.

Lebih lanjut Imam mengatakan, upaya perbaikan kinerja masih terus berlanjut. Saat ini perseroan juga sedang melaksanakan cicilan pembayaran kepada seluruh kreditur Utang Dagang atas dasar Putusan Pengadilan Perkara Niaga (PKPU) yang telah dijalankan semenjak Maret 2023. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Macroeconomy 17 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 58 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 60 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia