Cek Rekomendasi Tiga Saham Prajogo Pangestu yang Lagi Ajojing
Dia menilai, kenaikan saham TPIA masih wajar, didukung kenaikan harga minyak mentah (crude) global di atas US$ 80 per barel. Harapan kenaikan permintaan minyak domestik saat ini didukung fundamental ekonomi yang kuat, dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) terbaru di level 5,17%. Harga saham TPIA saat ini di kisaran Rp 2.000-2.100 pun dinilai menarik untuk jangka menengah.
“Jika harga di bawah Rp 2.000, sangat potensial untuk buy on weakness saham TPIA, dengan target Rp 2.200-2.250. Adapun untuk medium term atau tahun depan bisa Rp 2.500-2.600,” ujar Wahyu.
Namun dia mengingatkan, tekanan koreksi bisa mengancam terkait overbought dan aksi profit taking jangka pendek. Pelaku pasar disarankan bersiap menjual pada level Rp 2.300-2.400.
“Emiten TPIA rekomendasi terakhir dari ketiga tersebut, tetapi secara jangka panjang jelas potensial dan menarik karena terkait energi, petrokimia dan industri lainnya seperti otomotif, mesin, elektronika, konstruksi dan aplikasi rumah tangga. Selama ekonomi kita mantap, peluangnya kuat,” papar dia.
Di antara ketiga saham Prajogo Pangestu, Wahyu menganalisis, BRPT yang paling direkomendasikan. Pasalnya, emiten ini bergerak dalam bisnis kehutanan, perkebunan, pertambangan, industri, properti, perdagangan, energi terbarukan dan transportasi. Dengan demikian, perseroan dianggap sangat strategis dan potensial, khususnya bisnis sektor energi terbarukan.
Baca Juga:
Emiten Agung Sedayu & Salim Group (PANI) Buka-bukaan soal PIK 2, Disinggung juga Tol Katara“Barito adalah perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, ketiga di dunia, dan leader. Jelas kita wajib jadi followers alias investor,” menurut dia.
Dia merekomendasikan buy BRPT di level Rp 800-700 atau buy on weakness saat harga mendekati Rp 500 untuk target harga Rp 1.000-1.500. “Memang, tekanan koreksi bisa mengancam karena terkait overbought dan aksi profit taking jangka pendek. Siap-siap jual di atas Rp 1.000,” saran dia.
Sementara itu, Valdy Kurniawan, analis Phintraco Sekuritas menilai, lompatan harga saham BRPT bukan dari bursa karbon. Tetapi, pasar merespons positif kenaikan signifikan laba bersih BRPT per Juni 2023.
“Bursa karbon belum terbentuk di Indonesia, meski sampai saat ini pembahasan mengenai bursa karbon ini cukup intens dilakukan,” kata dia.
Per Juni 2023, Barito Pacific sukses membukukan laba bersih sebesar US$ 30,37 juta, naik tajam 243,4% dari periode sama tahun lalu. Namun, pendapatan perseroan turun 15,05% menjadi US$ 1,37 miliar.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






