Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Tambang Pendatang Baru Janjikan Cuan Besar

Penulis : Ghafur Fadillah
1 Sep 2023 | 14:20 WIB
BAGIKAN
Kegiatan lini usaha Amman Mineral Internasional (AMMN). (Foto ilustrasi: AMMN)
Kegiatan lini usaha Amman Mineral Internasional (AMMN). (Foto ilustrasi: AMMN)

Pendatang baru lainnya dari sektor tambang, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bahkan didapuk sebagai emiten baru berkinerja terbaik di dunia. Dikutip dari Bloomberg, Kamis (31/8/2023), penilaian tersebut disematkan kepada AMMN karena para analis memuji valuasinya yang menarik, prospek kinerja, dan kontribusinya yang besar sebagai penggerak indeks.

Bahkan prestasi AMMN berhasil melampaui industri sejenis dalam skala global yang kinerjanya cenderung menurun akibat inflasi yang meningkat, suku bunga tinggi, dan melemahnya perekonomian Tiongkok.

Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani menuturkan, kinerja Amman Mineral terbilang cukup solid, di mana pada rentang 2020 hingga 2022 perseroan terus membukukan kenaikan laba yang konsisten. Pada 2022, Amman Mineral sukses membukukan laba bersih sebesar US$ 1,1 miliar, naik lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pada saat melantai di bursa, harga saham Amman dipatok pada posisi yang rendah alias undervalued, yakni Rp 1.695, sedangkan PER pada sektor pertambangan sekitar 6,5. “Jadi cukup menarik untuk para investor,” ungkap dia kepada Investor Daily, Kamis (31/8/2023).

Tercatat, sejak listing di BEI pada 7 Juli 2023, saham produsen emas dan tembaga tersebut telah mencatatkan potential gain hingga 167%. Arjun menilai, prospek saham AMMN masih cukup baik ke depanya, yang akan ditopang oleh rebound harga komoditas global.

“Para investor dapat memanfaatkan momentum tersebut dalam jangka pendek dan menunggu sentimen lanjutan yang bisa memicu harga komoditas untuk terus menguat,” ujar dia.

Target Harga Saham

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, peningkatan kinerja saham perusahaan biasanya akan tergantung dari penjualan dan perekonomian domestik yang semakin kondusif dan sejauh mana emiten tersebut dapat melakukan good corporate governance (GCG). Mirae melihat, potensi peningkatan saham-saham pendatang baru dari sektor pertambangan masih cukup terbuka.

Adapun Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan kepada para investor untuk hold saham AMMN dengan target harga Rp 4.700, MBMA dengan target harga Rp 840, CUAN Rp 2.270, HILL Rp 3.170, MAHA Rp 320, SUNI Rp 436, dan RMKO Rp 382. Sedangkan untuk saham NCKL, investor bisa mengakumulasi dengan target harga Rp 1.000. (va)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 21 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia