Saham Emiten Tambang Pendatang Baru Janjikan Cuan Besar
JAKARTA, investor.id – Saham-saham emiten pendatang baru dari sektor pertambangan mencatatkan performa mentereng, yang ditopang oleh kinerja solid dan permintaan produk yang tinggi.
Meski baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya dalam hitungan bulan pada tahun ini, beberapa saham emiten pertambangan telah memberikan potential gain hingga ratusan persen dari harga saat penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Bahkan pergerakan sahamnya berpotensi terus naik dan menjanjikan cuan lebih besar.
“Bagi investor, sektor pertambangan masih menarik dan menjanjikan, terlebih komoditasnya memasuki siklus kenaikan. Selain itu, perusahaan yang IPO biasanya dijual undervalued, jadi harganya naik di pasar sekunder,” kata Direktur Ekuator Swarna Capital Hans Kwee kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Hans Kwee menambahkan, beberapa saham pendatang dari sektor pertambangan tersebut juga memiliki fundamental yang bagus. “Harga komoditas di tahun ini sebenarnya agak turun dibanding tahun lalu, tapi masih tinggi sehingga sentimen pasarnya masih positif,” ujar dia.
Tercatat, 2023 menjadi tahun yang penuh berkah bagi Indonesia, di mana nikel menjadi komoditas yang dicari-cari seluruh dunia imbas dari transisi penggunaan energi dari batu bara menjadi listrik. Indonesia dengan sumber daya nikel terbesar di dunia tentunya diuntungkan dan memberikan sinyal positif bagi para produsen nikel untuk ekspansi, salah satunya yakni dengan melakukan penghimpunan modal di bursa.
PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) adalah salah satunya. Emiten yang melantai di BEI sejak April 2023 ini sukses menghimpun dana segar hingga Rp 9,2 triliun dari IPO. MBMA menggunakan dana hasil tersebut untuk membiayai pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek pemrosesan nikel seperti fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) I tahap I dengan kapasitas 60.000 ton per tahun untuk menghasilkan material dalam rantai nilai bahan baku baterai kendaraan bermotor listrik.
Sementara emiten pendatang baru lainnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau yang dikenal dengan Harita Nickel tengah bersiap untuk membuka dua cadangan tambang nikel untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Berdasarkan penuturan Presiden Direktur Harita Nickel, Roy A Arfandy, lokasi kedua cadangan tersebut berdekatan dengan kawasan industri operasional perseroan, sehingga dalam pemanfaatan nantinya tidak akan menemui kesulitan.
Eksplorasi terhadap dua cadangan ini merupakan bagian dari ekspansi Harita Nickel dalam mengoptimalkan total empat konsesi tambang yang dimiliki perseroan. Sejauh ini, emiten berkode saham NCKL tersebut baru mengoperasikan dua tambang dengan cadangan sekitar 170 juta ton.
AMMN Terbaik di Dunia
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






