Maja Agung Latexindo (SURI) IPO, Buka Harga Rp 160-170, Ini Sosok Pengendalinya
JAKARTA, investor.id - PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 1.266.875.000 saham atau 20%.
Perseroan membuka harga penawaran awal Rp 160-170/saham sehingga nilai penawaran umum ini paling sedikit Rp 202,7 miliar dan maksimal Rp 215,36 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi adalah Shinhan Sekuritas.
Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 13-15 November, perkiraan tanggal efektif 22 November, perkiraan masa penawaran umum 23-27 November, dan perkiraan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tanggal 29 November.
Seluruh dana yang diperoleh dari IPO saham, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi yang berhubungan dengan IPO akan digunakan perseroan sekitar 49,45% untuk capital expenditure (capex), dan sekitar 50,55% sebagai operational expenditure (opex).
Pengendali
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler





