Proyeksi Terbaru Indo Tambang (ITMG) di Tengah Koreksi Harga Batu Bara
Sementara itu, analis Samuel Sekuritas, Juan Harahap dan Research Associate Samuel Sekuritas, Haikal Putra Samsul mengungkapkan, penurunan pendapatan ITMG sebesar 14% (qoq) pada kuartal III-2023 dan penurunan pendapatan secara kumulatif selama periode Januari-September 2023 sebesar 30,2% (yoy) menjadi US$ 1,8 miliar sudah sesuai estimasi Samuel Sekuritas, namun di bawah konsensus (75,7% dan 69,9%).
Penurunan secara kuartalan pada kuartal III-2023 tersebut terutama disebabkan oleh pelemahan harga batu bara menjadi US$ 98,7 per ton atau terkoreksi 13% (qoq). Volume penjualan juga turun 1,9% (qoq) menjadi 5,3 juta ton.
Terkait bottom line, ITMG membukukan laba bersih US$ 99 juta, turun 20,4% (qoq) atau tergerus 77,2% (yoy) pada kuartal III-2023. Secara kumulatif, selama periode Januari-September 2023, laba bersih ITMG mencapai US$ 406 juta atau terpangkas 54,6% (yoy). “Hal itu sesuai perkiraan kami, namun lebih rendah dari konsensus (73,4% dan 65,1%),” tulis Juan dan Haikal dalam risetnya.
Mereka melihat bahwa penurunan tarif pajak efektif menjadi 21% dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 23%, serta keuntungan dari swap batu bara dan bahan bakar, menjadi faktor pencegah penurunan laba yang lebih parah.
Adapun volume produksi batu bara ITMG naik 20,5% (qoq) menjadi 5,3 juta ton pada kuartal III-2023, lebih tinggi dari guidance perusahaan yang sebesar 4,8 juta ton. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh peningkatan produksi dari tambang Trubaindo dan Bharinto mencapai 1 juta ton (naik 42,9% qoq) dan 2,3 juta ton (+27,8% qoq). Sedangkan stripping ratio ITMG turun menjadi 11,7 kali pada kuartal III-2023 dibandingkan kuartal II-2023 yang sebesar 12,5 kali.
Per 12 November 2023, harga batu bara global sudah turun 8,5% (qoq). Dengan asumsi target volume penjualan ITMG tetap sebanyak 20 juta ton, Samuel Sekuritas memperkirakan laba bersih ITMG akan kembali turun pada kuartal IV-2023.
Samuel Sekuritas mempertahankan rating hold untuk saham ITMG dengan target harga Rp 26.000. Target harga tersebut menyiratkan estimasi P/E 2024 sebesar 5,8 kali. Target harga itu berbasis DCF dengan asumsi CoE sebesar 13.8%. Risikonya adalah harga batu bara global yang lebih rendah dari perkiraan dan perubahan regulasi.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






