Kamis, 14 Mei 2026

Proyeksi Terbaru United Tractors (UNTR), Target Harga Saham Ikut Berubah

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Nov 2023 | 15:46 WIB
BAGIKAN
Kegiatan usaha pertambangan United Tractors (UNTR). (Foto: Perseroan)
Kegiatan usaha pertambangan United Tractors (UNTR). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) dalam pertemuannya dengan para analis telah mengumumkan sejumlah target sebagai pedoman operasional tahun 2024. Manajemen mematok target penjualan alat berat Komatsu sebanyak 3.800-4.000 unit, yang mencerminkan penurunan sebesar 25% (year on year/yoy).

Meskipun penurunan penjualan alat berat oleh United Tractors selama periode Januari-September 2023 sudah mengecil sebesar 4% (yoy), manajemen berpandangan bahwa kontraksi besar pada target penjualan tahun 2024 bakal dipicu oleh kombinasi pelemahan harga komoditas dan ketidakpastian selama tahun pemilu.

“Manajemen United Tractors juga mengindikasikan bahwa backlog pesanan alat berat ukuran kecil-menengah dan besar telah normal masing-masing menjadi 1-3 bulan dan 5-6 bulan. Karena itu, manajemen mengantisipasi penurunan penjualan di semua segmen ukuran,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Adapun untuk lini bisnis kontraktor penambangan, emiten berkode saham UNTR tersebut menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 15% pada 2024 melalui anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara. Sedangkan pertumbuhan volume penjualan batu bara dan emas masing-masing ditargetkan sebesar 9% dan 34%.

UNTR juga memberikan panduan bahwa biaya penambangan Pama akan terus berjenjang berdasarkan harga batu bara Newcastle (tingkat tertinggi lebih dari US$ 120 per ton, diikuti US$ 100-120 per ton). Namun, beberapa kontrak Pama memiliki biaya yang sejalan dengan harga batu bara ICI (Indonesian Coal Index).

Target Harga Baru Saham UNTR 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 54 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia