Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak Anjlok Gara-gara OPEC+ Tunda Pertemuan

Penulis : Indah Handayani
23 Nov 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria  (Foto: LISA LEUTNER/AP)
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria (Foto: LISA LEUTNER/AP)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak anjlok dalam sesi yang bergejolak pada Rabu (22/11/2023). Gara-gara OPEC+ secara tak terduga menunda pertemuan hingga 30 November mendatang. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang pasokan minyak mentah global.

Dikutip dari Reuters, Brent berjangka ditutup turun 49 sen menjadi US$ 81,96 per barel, setelah sempat jatuh lebih dari 4% ke level terendah US$ 78,41 di awal sesi. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS jatuh 67 sen menjadi US$ 77,10. 

OPEC+ menunda pertemuan tersebut, yang semula dijadwalkan pada 26 November, menjadi 30 November. Hal ini sangat mengejutkan pelaku pasar sehingga mendorong harga turun tajam di awal perdagangan. Kelompok tersebut diperkirakan akan mendiskusikan apakah akan memperluas pengurangan produksi minyak.

ADVERTISEMENT

Harga kembali bangkit setelah adanya berita bahwa perselisihan tersebut terkait dengan negara-negara Afrika, yang merupakan salah satu produsen kecil dalam kelompok tersebut, dan bukan eksportir minyak terbesar.

Beberapa pedagang juga menunjuk pada rendahnya likuiditas menjelang liburan Thanksgiving di Amerika Serikat (AS).

Pertemuan OPEC+, yang mencakup produsen utama Arab Saudi, Rusia dan sekutu lainnya serta anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), diperkirakan akan mempertimbangkan perubahan lebih lanjut terhadap kesepakatan yang sudah membatasi pasokan hingga 2024, menurut analis dan sumber OPEC+.

Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial, mengatakan penundaan tersebut memicu kekhawatiran bahwa lebih banyak produksi dapat dilakukan secara online dari produsen minyak dalam beberapa bulan mendatang. 

“Peningkatan persediaan juga menekan harga lebih rendah pada Rabu pagi,” katanya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 31 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 41 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 42 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 53 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia