Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak Anjlok Gara-gara OPEC+ Tunda Pertemuan

Penulis : Indah Handayani
23 Nov 2023 | 04:40 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria  (Foto: LISA LEUTNER/AP)
Logo Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) terlihat di luar kantor pusat OPEC di Wina, Austria (Foto: LISA LEUTNER/AP)

Persediaan minyak mentah AS naik 8,7 juta barel pada pekan lalu karena impor yang lebih tinggi, menurut Badan Informasi Energi (EIA).

Dolar AS bangkit kembali dari level terendahnya dalam dua setengah bulan setelah data ekonomi menunjukkan klaim pengangguran yang lebih rendah. Kenaikan greenback membuat minyak dalam mata uang dolar lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lainnya.

Kedua patokan minyak mentah tersebut telah jatuh selama empat minggu berturut-turut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, John Evans dari pialang minyak PVM menyebut, untuk mendukung harga, OPEC dan sekutunya tidak hanya perlu memperluas, namun juga meningkatkan pengurangan produksi.

Awal pekan ini, panel teknis OPEC mengundang dealer pasar keuangan terkemuka untuk memberikan presentasi, yang dilihat oleh Reuters, yang menggambarkan prospek bearish untuk pasar minyak.

Bahkan jika negara-negara OPEC+ memperpanjang pengurangan produksinya hingga tahun depan, pasar minyak global akan mengalami sedikit surplus pasokan pada 2024, kata kepala divisi pasar minyak dan industri Badan Energi Internasional (IEA) pada Selasa (21/11/2023).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 16 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 45 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia