Emiten Agung Sedayu-Salim (PANI) Umumkan Investasi di IKN
JAKARTA, investor.id - Emiten Agung Sedayu dan Salim Group, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI)/PIK2 mengumumkan telah melakukan investasi dalam bentuk penyertaan saham minoritas melalui perusahaan asosiasi yaitu PT Kusuma Putra Alam (KPA).
KPA adalah perseroan terbatas yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menhunkam RI) dengan surat keputusan No.AHU-0021248.AH.01.01.Tahun 2019 tanggal 24 April 2019, yang berkedudukan di Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan total modal disetor sebesar Rp 450 miliar yang telah mendapatkan persetujuan dari Menhunkam RI dengan surat Keputusan No.AHU-0080132.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal20 Desember 2023.
Berdasarkan akta Pernyataan Sirkulasi Para Pemegang Saham PT Kusuma Putra Alam No.93 tanggal 17 November 2023 bahwa bidang usaha KPA adalah termasuk real estat, perhotelan dan pariwisata.
“Pada saat informasi ini dikeluarkan, PANI tidak memiliki hubungan afiliasi dengan KPA sebagaimana yang diatur oleh POJK Nomor 42/POJK.04/2020 Tentang Transaksi Afiliasi Dan Transaksi Benturan Kepentingan,” jelas manajemen PANI dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan 22 Desember 2023.
Investasi yang dilakukan oleh PANI pada KPA sebesar Rp 50 miliar sehingga porsi kepemilikan PANI di KPA sebesar 11,12% dari total modal disetor KPA.
Manajemen PANI menyatakan, investasi oleh PANI ke KPA tersebut tidak membawa dampak material terhadap PANI sebagaimana yang diatur oleh POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material Dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dengan dilakukannya investasi ini, PANI melihat peluang investasi yang dapat menambah valuasi PANI di waktu mendatang dan IKN merupakan salah satu destinasi baru untuk investasi di bidang properti.
“Tujuan dilakukannya investasi tersebut adalah untuk ekspansi bisnis yang ujungnya memberikan nilai lebih kepada stakeholder PANI, khususnya pemegang saham di masa mendatang,” sebut manajemen PANI.
Sebagai prioritas utama, lanjut manajemen PANI, saat ini KPA sedang membangun Hotel Nusantara tahap pertama dengan total 100 kamar yang ditargetkan beroperasi 7 bulan mendatang.
IKN
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






