Kamis, 14 Mei 2026

10 Saham Catat Cuan Gede, Sektor Kesehatan Mendominasi

Penulis : Indah Handayani
23 Des 2023 | 12:00 WIB
BAGIKAN
Investor berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Investor berada di galeri Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 10 saham catat cuan gede sepanjang pekan ini. Saham Sebab, mampu mencatat cuan gede dari 25% hingga 52%, selama 18-22 Desember 2023. Bahkan, saham sektor Kesehatan mendominasi saham-saham tersebut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah pada Sabtu (23/12/2023), PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) paling gede cuannya dan memimpin daftar top gainers pekan ini. Sebab, saham MEDS melesat 52%. 

Diikuti, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang mampu membukukan cuan sebesar 50,2%, PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) naik 43,6%, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) melesat 35,6%, dan PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) terkerek 31,7%. 

ADVERTISEMENT

Kemudian, saham PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) 28,5%, PT Indo Farma Tbk (INAF) 28%, PT Carsurin Tbk (CRSN) 27,7%, PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) 25,4%, dan PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) 25%.

 Pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepi pada pekan ini.Tapi, nilai kapitalisasi pasar (market cap) terus memecahkan rekor. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 18-22 Desember 2023, kapitalisasi pasar Bursa meningkat 0,97% menjadi Rp 11.650 triliun dari Rp 11.540 triliun pada pekan lalu.

Level tertinggi kapitalisasi pasar saham sebelumnya berada di angka Rp 11.540 triliun yang tercatat pada 22 Desember 2023. Sedangkan pada akhir 2022, kapitalisasi pasar hanya mencapai Rp 9.499 triliun.

Sementara itu, IHSG akhir pekan ini terkerek 0,65% menjadi 7.237,5 dari level 7.190,9 pada pekan sebelumnya. Dengan angka itu, IHSG kembali memecahkan rekor tertinggi 2023. Sebelumnya, rekor tertinggi IHSG 2023 terjadi pada Rabu (20/12/2023) di level 7.219. 

Selama pekan ini, rata-rata nilai transaksi harian turun 15,7% menjadi Rp 12,6 triliun dari Rp 14,9 triliun pada pekan lalu. Tidak hanya itu, rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa turun sebesar 13,6% menjadi 1.094.283 kali dari 1.266.561 kali pada pekan lalu. Penurunan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian Bursa juga turun 15,9% menjadi 25,19 miliar saham dari 29,96 miliar saham pada pekan lalu. 

Pada perdagangan Jumat (22/12/2023), investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 68,8 miliar. Dengan demikian, net sell investor asing sepanjang tahun berjalan ini menjadi Rp 9,06 triliun. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 59 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia