Antam (ANTM) Dapat Momentum, Potensi Cuan Sahamnya Masih Tinggi
Sementara itu, sejumlah proyek hilirisasi ANTM berada di jalur yang tepat untuk mencapai target. ANTM tengah fokus pada beberapa proyek konstruksi sebagai bagian dari upaya hilirisasi operasi mereka.
Smelter feronikel di Halmahera Timur sedang dalam tahap commissioning dan diharapkan mulai berproduksi pada akhir tahun ini. Fasilitas tersebut akan memiliki kapasitas produksi sebesar 13.500 tni per tahun.
ANTM juga menjadi bagian dari konsorsium yang membangun Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah. Semula, proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada 2023. Namun, tertunda karena ketidaksepakatan dengan mitra JO, yaitu China Aluminium International Engineering (Chalieco). Kilang ini dijadwalkan selesai pada semester I-2025 dan akan menjadi SGAR terbesar di Asia Tenggara.
Dengan berbagai faktor yang ada, NH Korindo Sekuritas merekomendasikan beli saham ANTM. Target harga saham ANTM dipatok Rp 2.050. Target harga tersebut setara dengan forward PE ratio sebesar 12,58 kali, sedikit di bawah band 1 tahun SD+1 di 12,83. Harga ANTM saat ini diperdagangkan pada forward PE ratio 10 kali.
Pada perdagangan terakhir, saham ANTM ditutup pada harga Rp 1.665. Dengan demikian, potensi cuan saham ANTM tergolong masih tinggi mencapai 23%. Risiko utamanya adalah perubahan kebijakan nikel pemerintah, The Fed yang hawkish, dan berlanjutnya penurunan harga nikel.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






