Kamis, 14 Mei 2026

4 Saham Batu Bara Paling Recommended untuk Tahun 2024

Penulis : Jauhari Mahardhika
24 Des 2023 | 18:01 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi batu bara.
Ilustrasi batu bara.

JAKARTA, investor.id – Pertumbuhan volume perdagangan batu bara global diperkirakan melambat ke 3% (year on year/yoy) menjadi 1,2 miliar ton pada 2023 dibandingkan tahun 2022 yang sebesar 7% (yoy). Lantas, bagaimana nasib emiten batu bara dan arah sahamnya pada 2024?

Dari sisi impor, penurunan volume disebabkan oleh melambatnya impor dari Eropa (-51% yoy; inline), menyusul ketersediaan LNG yang lebih tinggi, yang mengimbangi pertumbuhan impor dari China (+61% yoy; inline) dan JKT/ASEAN/India di -10%, -15%, +10% yoy (di bawah ekspektasi, kecuali India).

“Dari sisi penawaran, seperti yang diperkirakan, ekspor Australia memimpin pertumbuhan pasokan (+10% yoy; inline), diikuti oleh Indonesia (-1% yoy),” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Erindra Krisnawan dalam risetnya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, meskipun impor meningkat 6% secara bulanan pada Oktober-November 2023 dibandingkan September 2023, yang sebagian besar didorong oleh pulihnya impor China dan India, stabilnya pasokan dan persediaan China yang memadai dapat membatasi permintaan impor dan kenaikan harga, meskipun permintaan saat musim dingin sedang berlangsung.

Erindra memperkirakan peningkatan produksi domestik yang lebih kuat di pasar-pasar utama (India dan China) terus berlanjut. Karena itu, pelemahan permintaan masih akan terjadi pada 2024.

“Kami yakin Australia dan Indonesia akan terus meningkatkan pasokan di tengah ketersediaan kapasitas dan normalisasi kondisi cuaca. Kami memperkirakan pasar bakal tetap surplus (5-10 MT) pada 2024 dan harga batu bara Newcastle rata-rata sebesar US$ 120 per ton pada 2024, dengan harga ICI3/ICI4 sebesar US$ 72/US$ 55 per ton,” ungkap dia.

Rekomendasi & Target Harga Saham 

Erindra juga memproyeksikan penurunan laba bersih emiten batu bara – yang masuk cakupan risetnya – rerata sebesar 13-28% pada 2024. Para emiten tersebut adalah Adaro Energy (ADRO), Indo Tambangraya Megah (ITMG), dan Bukit Asam (PTBA). Hal itu seiring prediksi penurunan harga batu bara Newcastle, ICI3, dan ICI4 masing-masing sebesar 31%, 15%, dan 15%.

Sedangkan Harum Energy (HRUM) diperkirakan mengalami penurunan laba bersih terendah pada 2024, karena ditopang oleh kontribusi bisnis nikel.

“Kami memperkirakan laba (emiten batu bara) akan mencapai titik terendah pada 2025, karena normalisasi harga batu bara akan terus berlanjut,” sebut Erindra.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rating netral untuk sektor batu bara Indonesia. Adapun saham-saham pilihannya secara berurutan adalah ADRO, HRUM, PTBA, dan ITMG.

ADRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.800. Begitu juga HRUM dengan target harga Rp 1.700, PTBA Rp 2.750, dan ITMG Rp 27.800.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 16 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 25 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 27 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 38 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia