Kamis, 14 Mei 2026

Ketegangan di Timur Tengah Dorong Penguatan Harga Emas

Penulis : Indah Handayani
30 Jan 2024 | 04:22 WIB
BAGIKAN
Emas batangan. Sumber: BSTV
Emas batangan. Sumber: BSTV

Data pekan lalu menunjukkan pertumbuhan moderat dalam harga AS pada Desember 2023, menjaga inflasi tahunan di bawah 3% untuk tiga bulan berturut-turut dan berpotensi memungkinkan The Fed memulai pemangkasan suku bunga tahun ini.

Pada Senin, jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa ketidakpastian tentang ekonomi dan pemangkasan suku bunga AS dapat mendorong harga emas mencapai rekor pada 2024.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya, yaitu perak spot naik 1,2% menjadi US$ 23,11 per ons, mencapai level tertinggi sejak 16 Januari 2024, sementara platinum naik 1,3% menjadi US$ 925,20. Palladium mengalami kenaikan 2,1% menjadi US$ 975,35.

ADVERTISEMENT

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia