Ketegangan di Timur Tengah Dorong Penguatan Harga Emas
NEW YORK, investor.id - Harga emas menguat pada Senin (29/1/2024). Hal tersebut didorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sehingga meningkatkan permintaan akan aset safe haven. Sementara pasar menanti keputusan kebijakan The Fed pada akhir pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut mengenai waktu pemangkasan suku bunga AS pertama tahun ini.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$ 2.025,97 per ons pada pukul 19.23 GMT. Sedangkan kontrak emas berjangka AS menguat 0,4% menjadi US$ 2.025,4.
Washington sedang mempertimbangkan respons terhadap serangan mematikan pertama pada pasukannya di Timur Tengah sejak perang Gaza dimulai. Serangan drone di Yordania timur laut akhir pekan lalu menewaskan tiga personel pasukan Amerika Serikat (AS) dan melukai setidaknya 34 lainnya.
"Kejadian itu meningkatkan ketegangan di Timur Tengah bahkan lebih tinggi, dan itulah yang mendorong uang masuk ke pasar emas dan perak atas dasar permintaan aset save haven," kata Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.
Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun, meningkatkan daya tarik emas yang tidak menghasilkan bunga. Pasar tengah menanti keputusan dari Federal Open Market Committee (FOMC), yang mengambil sikap dovish dalam pertemuan Desember lalu.
"Pertemuan FOMC ini akan memberikan panduan kapan kemungkinan pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi, dan apakah The Fed akan condong dovish atau hawkish dalam kebijakan moneternya," tambah Wyckoff.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Tag Terpopuler
Terpopuler






