Jumat, 15 Mei 2026

Amman Mineral (AMMN) Rilis Lapkeu, Ada Hal Menarik Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
27 Mar 2024 | 11:05 WIB
BAGIKAN
Fasilitas produksi Amman Mineral (AMMN). (Foto: Perseroan)
Fasilitas produksi Amman Mineral (AMMN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) merilis laporan keuangan (lapkeu) untuk tahun penuh 2023.

Perseroan mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk US$ 252,14 juta (Rp 3,8 triliun) sepanjang tahun 2023. Angka laba bersih itu anjlok 76,9% dari raihan tahun 2022 yang sebesar US$ 1,09 miliar.

Namun menariknya, untuk kuartal IV-2023 saja, perseroan mencetak laba bersih Rp 2,9 triliun. Berbanding jauh dari kuartal III-2023 yang menelan rugi bersih Rp 811 miliar.

ADVERTISEMENT

Amman Mineral (AMMN) mencatatkan penjualan bersih US$ 2,03 miliar pada 2023, menurun 28% dari US$ 2,83 miliar pada 2022.

Menurut manajemen AMMN, penurunan itu terutama disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi (Oktober 2022 hingga April 2023) yang memaksa perseroan untuk memproses bijih kadar rendah dari stockpiles.

Sehingga menghasilkan penjualan tembaga 33% lebih rendah dan emas 35% lebih rendah, namun diimbangi oleh kenaikan rata-rata harga jual tembaga dan emas masing-masing sebesar 6% dan 12%.

“Namun, penjualan kuartal IV-2023 merupakan kuartal dengan penjualan terkuat selama tahun 2023 dengan peningkatan sebesar 55% dibandingkan kuartal III-2023,” terang manajemen AMMN dalam keterangan resmi, Rabu (27/3/2024).

Periode Kinerja Terkuat

Manajemen menyebutkan bahwa Amman Mineral (AMMN) melaporkan laba bersih US$ 465 juta pada tahun 2023 dengan margin sebesar 23%. Namun jika mempertimbangkan dampak kewajiban bagi hasil sebesar 10%, maka laba bersih menjadi sebesar US$ 259 juta dengan margin sebesar 13%.

“Kuartal terakhir tahun 2023 adalah periode kinerja terkuat kami dengan pertumbuhan penjualan bersih dan EBITDA quarter-on-quarter masing-masing sebesar 55% dan 60%," terang Direktur Keuangan AMMN, Arief Sidarto.

Namun, curah hujan yang memecahkan rekor pada beberapa bulan pertama tahun 2023 menyebabkan tingginya permukaan air di dasar tambang sehingga memaksa kami untuk memproduksi konsentrat dari bijih stockpiles selama tujuh bulan pertama tahun 2023 yang memiliki kadar lebih rendah dibandingkan bijih segar,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia