Jumat, 15 Mei 2026

Defisit APBN Semester I-2024 Tak Goyahkan Penguatan Rupiah

Penulis : Grace El Dora
11 Jul 2024 | 17:20 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta pada Minggu (9/6/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/Spt)
Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing, Jakarta pada Minggu (9/6/2024). (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/Spt)

JAKARTA, investor.id – Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) RI pada semester I-2024 tidak menggoyahkan penguatan rupiah. Mata uang rupiah naik terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/7/2024) meski ada sentimen ini, kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Rupiah ditutup menguat 46 poin atau 0,28% dan bertengger di level Rp 16.195 dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.241 per dolar AS.

"Defisit APBN menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas keuangan dan keseimbangan anggaran negara. Sedangkan, defisit APBN 2024 diproyeksikan akan lebih besar dari target yang telah ditetapkan," ungkap Ibrahim dalam catatan Kamis.

ADVERTISEMENT

Rilis data terbaru menyatakan pada semester I-2024 APBN mengalami defisit Rp 77,3 triliun atau 0,34% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut Ibrahim, realisasi subsidi dan kompensasi energi pada 2024 akan membengkak. Kenaikan ini didorong oleh fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume LPG dan listrik bersubsidi.

Pada perdagangan besok, Ibrahim menakar nilai tukar (kurs) rupiah bergerak fluktuatif namun akan ditutup menguat di kisaran Rp 16.140 hingga Rp 16.230 per dolar AS.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Sri Mulyani Indrawati telah memperkirakan subsidi energi dalam APBN akan meningkat tahun ini.

Hingga saat ini ini, pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 155,7 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi. Di antaranya digunakan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 7,16 juta kiloliter dan LPG tiga kilogram sebanyak 3,36 juta kilogram.

Menurut Sri Mulyani, belanja untuk subsidi dan kompensasi energi yang meningkat lantaran depresiasi nilai tukar rupiah akan berdampak pada peningkatan belanja negara. Belanja negara pada semester I-2024 tercatat meningkat 11,3% dari tahun ke tahun (YoY) menembus angka Rp 1.398 triliun.

Di sisi lain, Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dapat dianggap sedang mempersiapkan landasan untuk penurunan suku bunga pada September 2024.

“Powell akan kembali ke Washington pada Rabu malam waktu setempat (Kamis WIB), dan para trader akan mencari penyempurnaan lebih lanjut dalam komentarnya menjelang data penting inflasi konsumen pada Kamis (11/7/2024),” terang Ibrahim.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp 16.200 dibandingkan sebelumnya di level Rp 16.256 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia