Kamis, 14 Mei 2026

Bos Indodax: Pasar Kripto Makin Matang

Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Jul 2024 | 13:05 WIB
BAGIKAN
CEO Indodax, Oscar Darmawan. Ist
CEO Indodax, Oscar Darmawan. Ist

JAKARTA, investor.id - Pemulihan pasar kripto dari titik rendah minggu lalu menunjukkan tanda-tanda berkelanjutan, dengan harga Bitcoin (BTC) dalam empat minggu terakhir ke level US$ 66.920 pada tanggal 23 Juli 2024, meskipun sempat turun di bawah US$ 63.000 pada hari-hari sebelumnya.

Di lain sisi, institusi data pasar crypto Kaiko justru menyoroti Ethereum (ETH) dan memproyeksikan bahwa Ethereum (ETH) dapat mengungguli Bitcoin secara relatif setelah peluncuran spot ETF di Amerika Serikat. Kendati demikian, pasar juga dinilai menantikan produk spot Ethereum dengan optimisme tinggi, terutama setelah tercatatnya aliran dana institusional sebelum peluncuran.

Meskipun sempat mengalami penurunan setelah persetujuan 19b-4 oleh Securities and Exchnge Commission (SEC), investor tetap optimis terhadap prospek jangka panjang dari aset tersebut.

Secara rasio, ETF Ethereum mendorong harga aset ini tumbuh lebih cepat daripada Bitcoin. Dengan rasio harga yang meningkat antara Ethereum dan Bitcoin dari yang sebelumnya 0.045 ke 0,05 ini menunjukkan bahwa nilai Ethereum semakin tinggi pasca penyetujuan 19b-4 oleh SEC.

ADVERTISEMENT

Oleh karena itu Spot ETF Ethereum diperkirakan akan menarik aliran dana institusional ke pasar yang berujung pada peningkatan minat investor tradisional pada koin ini karena fungsionalitas smart contract dan banyaknya aplikasi terdesentralisasi (DApps) dalam ekosistemnya.

Selain mendominasi pasar dengan miliaran dana dari investor. Spot ETF telah membuka optimisme baru bagi pasar yang belum mendapatkan keuntungan pasca penerapan spot Bitcoin ETF yang diberlakukan 11 Januari lalu. Kesuksesan produk Bitcoin di kala itu menarik minat investor masuk ke dalam Ethereum dengan optimisme kejadian ini juga akan berlanjut di Spot ETF Ethereum.

Harga ETH dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di angka US$ 3.519, harga terendah dan tertinggi aset dalam 24 jam terakhir adalah US$ 3.430 dan US$ 3.519.

CEO INDODAX Oscar Darmawan berpendapat, pemulihan harga Bitcoin dan kenaikan Ethereum menunjukkan bahwa pasar kripto masih memiliki daya tarik yang kuat di kalangan investor, baik ritel maupun institusional.

“Meskipun ada kekhawatiran mengenai distribusi aset dari salah satu exchange terbesar di luar negeri (Mt.Gox), saya yakin bahwa pasar dapat mengatasi likuidasi ini dengan baik mengingat kedalaman dan likuiditas yang ada saat ini. Ini adalah tanda bahwa pasar kripto semakin matang dan siap menghadapi tantangan besar,” paparnya.

Oscar Darmawan juga menambahkan bahwa dengan peluncuran spot ETF Ethereum di Amerika Serikat, fungsionalitas dari smart contract dan ekosistem aplikasi terdesentralisasi yang kaya dapat membuat Ethereum sangat menarik bagi investor institusional.

Menurut Oscar Darmawan, Ethereum memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan Bitcoin, terutama dalam hal fungsionalitas smart contract dan penggunaanya yang bisa diterapkan ke dalam berbagai aplikasi. Hal Ini menjadikan Ethereum sebagai kelas aset yang lebih menarik bagi investor institusional yang sedang mencari diversifikasi aset digital mereka.

Visi Ethereum berbeda dengan Bitcoin. Bitcoin lebih berfokus sebagai mata uang digital dunia yang setara dengan emas. Sementara itu, Ethereum memiliki tujuan untuk menjadi sistem operasi terdesentralisasi yang berbasis blockchain.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 22 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 55 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 1 jam yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia