Kamis, 14 Mei 2026

Saham SMRA hingga BRPT Layak untuk Trading Hari Ini

Penulis : Indah Handayani
8 Aug 2024 | 09:45 WIB
BAGIKAN
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)
Pengunjung memperhatikan layar pergerakan saham di Galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Investor Daily/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Stocknow memprediksi Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah terbatas pada Kamis (8/8/2024). IHSG hari ini diperkirakan bergerak menguji level classic support pada 7.139 dan resistance di level 7.308. Perusahaan efek itu merekomendasikan saham SMRA hingga BRPT layak untuk trading hari ini.

Stocknow menjelaskan, pelemahan IHSG hari ini berpotensi dipicu aksi taking profit yang dilakukan oleh para investor, mengingat bahwa IHSG telah recovery pasca penurunan yang sangat signifikan pada hari senin lalu (5/8/2024).

”Selain itu, indeks-indeks major Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada perdagangan kemarin (7/8/2024) seperti DJI (turun 0,6%), S&P500 (jatuh 0,77%), dan Nasdaq (terpangkas 1,03%),” tulis Stocknow dalam risetnya, Kamis (8/8/2024).

ADVERTISEMENT

Dari segi teknikal, Stocknow mengatakan, IHSG tertahan resistance classic pada level 7.210 - 7.220. Dengan demikian, IHSG hari ini berpotensi untuk pullback atau koreksi terlebih dahulu. ”Walaupun demikian, volume dan net foreign flow dari pasar saham Indonesia menunjukkan hasil yang apik,” papar Stocknow.

Stocknow merekomendasikan saham SMRA hingga BRPT layak untuk trading hari ini, yaitu:

1. SMRA

- Buy: 585

- TP 1: 600

- TP 2: 615

- SL: 565

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 27 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia