Kamis, 14 Mei 2026

BI Optimalkan Instrumen Moneter Pro Pasar untuk Dukung Rupiah

Penulis : Grace El Dora
20 Nov 2024 | 17:04 WIB
BAGIKAN
Logo Bank Indonesia terlihat di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta pada 2 September 2020. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File Foto)
Logo Bank Indonesia terlihat di Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta pada 2 September 2020. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana/File Foto)

JAKARTA, investor.id – Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan instrumen moneter pro pasar untuk mendukung nilai tukar rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan BI terus mengoptimalkan instrumen moneter pro pasar untuk mendukung stabilitas indeks rupiah.

"Instrumen moneter pro-market terus dioptimalkan untuk mendukung penguatan stabilitas nilai tukar rupiah dan pencapaian sasaran inflasi," ucap Perry dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada November 2024 di Jakarta, Rabu.

Perry menyampaikan, kebijakan tersebut bertujuan untuk mempercepat upaya pendalaman pasar uang dan pasar valas serta mendorong aliran masuk modal asing ke dalam negeri.

ADVERTISEMENT

Hingga 18 November 2024, posisi instrumen moneter berupa Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valuta Asing Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI) masing-masing tercatat sebesar Rp 968,82 triliun, US$ 3,39 miliar, dan US$ 387 juta.

Penerbitan SRBI telah mendukung upaya peningkatan aliran masuk portofolio asing ke dalam negeri dan penguatan nilai tukar rupiah. Kepemilikan nonresiden dalam SRBI mencapai Rp 250,18 triliun (25,8% dari total outstanding).

Implementasi Primary Dealer (PD) sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar, sehingga memperkuat efektivitas instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi.

BI berencana terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen pro-market, baik dari sisi volume maupun sisi daya tarik imbal hasil. Hal ini akan didukung kondisi fundamental ekonomi domestik yang kuat, demi mendorong berlanjutnya aliran masuk portofolio asing ke pasar keuangan domestik.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 58 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia