Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat Tipis Usai BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Penulis : Indah Handayani
18 Des 2024 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Kamis (30/5/2024). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta, Kamis (30/5/2024). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Sementara itu, Ibrahim mengatakan, The Fed secara luas diharapkan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, tetapi fokusnya akan tertuju pada proyeksi ekonomi AS masa depan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell. Sinyal tentang prospek suku bunga jangka panjang The Fed tetap menjadi fokus karena inflasi tetap membandel dan diperkirakan akan terus meningkat di bawah Presiden Donald Trump yang akan datang.

“Selain The Fed, Bank of Japan dan Bank of England juga dijadwalkan untuk membuat keputusan suku bunga minggu ini. BOE diharapkan mempertahankan suku bunga tetap stabil, sementara pasar terbagi atas apakah BOJ akan menaikkan suku bunga lebih lanjut,” tambah Ibrahim.

Menurut Ibrahim, Uni Eropa pada hari Selasa mengadopsi paket sanksi ke-15 terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina, dengan menambahkan 33 kapal tambahan dari armada bayangan Rusia yang digunakan untuk mengangkut minyak mentah atau produk minyak bumi. “Inggris juga memberikan sanksi kepada 20 kapal karena membawa minyak Rusia yang ilegal,” papar Ibrahim.

ADVERTISEMENT

Reuters melaporkan bahwa Beijing akan menaikkan defisit anggarannya menjadi 4% dari 3% dari produk domestik bruto pada tahun 2025 - rekor tertinggi, dan juga akan menargetkan pertumbuhan PDB sebesar 5% untuk tahun ketiga berturut-turut.

Rencana defisit baru memerlukan belanja fiskal yang lebih tinggi, dan sejalan dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif yang digariskan oleh para pejabat selama pertemuan Politbiro dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat minggu lalu. Tambahan 1% PDB menunjukkan sekitar 1,3 triliun yuan (US$ 179,4 miliar) dalam pengeluaran tambahan, kata laporan Reuters. China juga akan mendanai lebih banyak stimulus melalui penerbitan utang.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia