Tiga Emiten Kompak Terbitkan Obligasi Jumbo, Salah Satunya MDKA
9 Feb 2025 | 21:27 WIB
sisi lain, emiten Grup Saratoga, PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) juga menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap IV tahun 2025 dengan jumlah pokok sebesar Rp 612 miliar yang akan dipakai untuk mempercepat pelunasan utang kepada United Overseas Bank Limited (Bank UOB) selaku kreditur.
Penawaran surat utang tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan II dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun. PALM menawarkan obligasi bernilai 100% yang terdiri dari seri A dan B.
Untuk seri A, perseroan menawarkan jumlah pokok sebesar Rp 353 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun. Jangka waktunya selama 367 hari sejak tanggal emisi. Sementara seri B ditawarkan dengan jumlah pokok sebesar Rp 258,67 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,7% per tahun. Jangka waktunya tiga tahun terhitung sejak tanggal emisi.
Perseroan akan membayarkan bunga obligasi setiap tiga bulan di mana pembayaran bunga pertama dilakukan pada 13 Mei 2024. Sedangkan pembayaran terakhir sekaligus pelunasan obligasi dilakukan pada 20 Februari 2026 untuk obligasi seri A dan 13 Februari 2028 untuk obligasi seri B. Pelunasan masing-masing seri obligasi akan dilakukan secara penuh pada saat jatuh tempo.
Manajemen PALM menjelaskan, setelah dikurangi biaya emisi, perseroan akan menggunakan hasil penawaran umum obligasi tersebut untuk membayar pokok utang perseroan kepada Bank UOB. “Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit bergulir sebesar US$ 75 juta tanggal 31 Agustus 2023, sebagaimana terakhir diubah dengan perjanjian amandemen dan pernyataan kembali perjanjian fasilitas kredit bergulir US$135 juta tanggal 30 Mei 2024 antara perseroan sebagai peminjam dan Bank UOB sebagai pemberi pinjaman dan arranger (Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir Bank UOB),” ungkap Manajemen PALM dalam pengumuman resminya, Kamis (23/1/2025).
Kemudian, pada 22 Januari 2025, PALM juga telah menarik pinjaman sebesar US$ 68,5 juta atau setara Rp 1,11 triliun. Karena itu, menurut manajemen, PALM juga membayar pokok dari utang tersebut sebesar US$ 37,2 juta atau setara Rp 607,0 miliar, sehingga sisa saldo pinjaman PALM dalam perjanjian fasilitas kredit bergulir Bank UOB menjadi US$ 31,3 juta atau setara Rp 511,7 miliar dengan asumsi kura Rp 16.331/US$.
Sesuai jadwal, masa penawaran umum obligasi PALM akan berlangsung selama dua hari kerja yaitu 7 dan 10 Februari 2025 dan penjatahan obligasi akan dilakukan pada 11 februari 2025. Kemudian, distribusi secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan dilaksanakan pada 13 Februari 2025; dan pencatatan di BEI dilakukan pada 14 Februari 2025.
SRAJ
Emiten terakhir yang menerbitkan obligasi yaitu pengelola jaringan Mayapada Hospital, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). SRAJ berencana menerbitkan surat utang senilai US$ 125 juta atau setara Rp 1,89 triliun yang digunakan untuk kebutuhan modal kerja serta mendukung pengembangan proyek rumah sakit di bawah grup perseroan.
Manajemen SRAJ menjelaskan, nilai surat utang yang diterbitkan mencapai 101,61% dari ekuitas perseroan berdasarkan laporan keuangan per September 2024. Surat utang ini akan diterbitkan kepada dua pihak, yakni BCSS Maverick Holdings I, L.P. dan BCSS Maverick Holdings II, L.P., masing-masing sebesar US$ 62,5 juta. Adapun jatuh tempo surat utang ini adalah 84 bulan atau tujuh tahun sejak penerbitannya.
SRAJ sebelumnya telah mendapatkan persetujuan dari RUPS independen pada 21 Agustus 2024 terkait rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Dalam skema pendanaan ini, SRAJ akan mengalokasikan dana untuk sejumlah proyek strategis rumah sakit, termasuk pengembangan Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Mayapada Apollo Batam Internasional Hospital, dan Mayapada Hospital Surabaya 2.
Secara rinci, sekitar Rp 725 miliar akan disalurkan kepada PT Nirmala Kencana Mas (NKM) untuk pembangunan Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan serta pembelian tambahan peralatan medis. Selanjutnya, Rp 725 miliar dialokasikan kepada PT Anugrah Inti Bahagia (AIB) guna pengembangan Mayapada Apollo Batam Internasional Hospital, sementara Rp 250 miliar akan diberikan kepada PT Sejahtera Karunia Semesta (SKS) untuk Mayapada Hospital Surabaya 2.
Selain itu, dana sebesar Rp 125 miliar akan digunakan untuk mendukung operasional Mayapada Hospital Surabaya melalui PT Sejahtera Abadi Solusi (SAS), serta Rp 67,25 miliar dialokasikan untuk modal kerja perseroan. Untuk merealisasikan aksi korporasi ini, SRAJ akan meminta persetujuan RUPS) yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025.
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






