OJK Incar Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp 220 Triliun di 2025
JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengincar penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 220 triliun pada 2025. Angka tersebut lebih rendah sekitar 15% dibandingkan capaian penghimpunan dana di pasar modal pada tahun lalu sebesar Rp 259,2 triliun.
Sementara dari sisi kredit perbankan, OJK memproyeksikan tumbuh sebesar 9-11% didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga sekitar 6-8%. Kemudian, OJK juga memperkirakan, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh sekitar 8-10%, lalu aset asuransi diprediksi tumbuh 6-8%, aset dana pensiun diekspektasikan tumbuh sekitar 9-11%, dan aset penjaminan diharapkan tumbuh sekitar 6-8%.
“Mencermati berbagai tantangan dan peluang yang dihadapi, serta kebijakan-kebijakan yang akan diambil, kami optimistis tren positif kinerja sektor keuangan di 2025 akan berlanjut,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2025, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Berbagai tantangan tersebut meliputi tantangan global dan domestik di antaranya pertumbuhan ekonomi global yang bakal meningkat terbatas dan normalisasi kebijakan suku bunga AS dan negara lain akan berlanjut dengan laju yang lebih lambat.
Di tingkat domestik, Mahendra menyebut, RI masih dihadapkan pada tantangan struktural seperti lemahnya serapan tenaga kerja sektor formal dan perlunya mempercepat pemulihan daya beli masyarakat khususnya bagi kelompok menengah bawah yang sampai saat ini masih tertahan.
Mahendra menuturkan, di tengah berbagai tantangan tersebut, OJK akan senantiasa melakukan peninjauan kembali (review) outlook 2025 tersebut secara berkala guna diselaraskan dengan perkembangan outlook pertumbuhan ekonomi nasional.
“Demi menjaga kinerja sektor jasa keuangan dan target pertumbuhan ekonomi nasional, sinergi kebijakan perlu semakin diperkuat, terutama untuk mendukung perbaikan iklim investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menyelesaikan berbagai aturan turunan Undang-Undang P2SK, baik terkait menjaga stabilitas sistem keuangan maupun program pendalaman pendidikan,” jar dia.
Pengamat Pasar Modal sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, pasar modal Indonesia di samping menghadapi tantangan global terutama dari Amerika Serikat (AS), juga dipengaruhi oleh banyak faktor internal seperti pemangkasan anggaran, penurunan daya beli dan kelas menengah, serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang semakin berkuasa.
“Naiknya Donald Trump sebagai Presiden AS memang membuat susah banyak negara termasuk Indonesia,” ujar dia kepada Investor Daily, Selasa (11/2/2025).
Sekalipun begitu, Budi berpandangan, target OJK menghimpun dana sebesar Rp 220 triliun pada tahun ini masih cukup optimistis karena bagaimanapun di saat pasar bearish, calon emiten yang mau menggelar aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pasti akan menahan diri.
Capaian Penghimpunan Dana 2024
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler





