Jumat, 15 Mei 2026

OJK Incar Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp 220 Triliun di 2025

Penulis : Muawwan Daelami
12 Feb 2025 | 07:02 WIB
BAGIKAN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam acara Pembukaan Perdagangan 2025 di BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam acara Pembukaan Perdagangan 2025 di BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2025).

Sepanjang 2024 dengan tantangan yang dihadapi seperti tensi panas geopolitik, divergensi pemulihan ekonomi, dan fragmentasi perdagangan global, serta pelaksanaan pemilihan umum di banyak negara termasuk Indonesia, Mahendra menyebut, penghimpunan dana di pasar modal mampu melampaui target di atas Rp 200 triliun, atau mencapai Rp 259,24 triliun dari Rp 199 penawaran umum.

Secara nominal, penawaran umum tersebut didominasi oleh sektor keuangan sebesar 36%. Dari sisi permintaan, Mahendra mengatakan, jumlah investor pasar modal tumbuh sebanyak enam kali lipat dalam lima tahun terakhir, menjadi 14,87 juta investor per akhir Desember 2024.

Adapun, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2024 tercatat 5,03%, dengan indikator kinerja sektor jasa keuangan yang positif dan didukung oleh fondasi permodalan yang solid, likuiditas yang mencukupi dan profil risiko yang terkelola dengan baik.

ADVERTISEMENT

Dari aspek intermediasi, perbankan telah menyalurkan kredit dan pembiayaan sebesar Rp 7.827 triliun, tumbuh double digit sesuai target dan mencapai 10,39%. Dengan disertai risiko kredit yang terjaga. Sementara itu, piutang perusahaan pembiayaan tumbuh 6,92%, menjadi Rp503,43 triliun.

Di sisi lain, intermediasi non-konvensional seperti outstanding pembiayaan pinjaman dalam jaringan atau pinjaman daring, fintech peer-to-peer lending tercatat Rp 77,02 triliun, tumbuh 29,14%. Pembiayaan produk buy now, pay later BNPL oleh perbankan dan perusahaan pembiayaan masing-masing tercatat Rp 22,12 triliun dan Rp 6,82 triliun, atau tumbuh masing-masing 43,76% dan 37,6%, serta industri pegadaian tercatat sebesar Rp 88,05 triliun atau tumbuh 26,9%.

Editor: Muawwan Daelami

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia