Soal Warren Buffett, Saham, hingga Emas
JAKARTA, investor.id - Dunia investasi tengah dilanda ketidakpastian usai pemilihan pemimpin-pemimpin baru di banyak negara.
Faktanya, lebih dari 20 negara di dunia melaksanakan pemilihan umum pada tahun 2024 lalu dan pemimpin-pemimpin tersebut dilantik pada tahun ini.
Pemimpin baru membawa kebijakan-kebijakan baru. Ketidakpastian kebijakan ini membuat investor cenderung berpikir ulang sebelum berinvestasi di instrumen high risk seperti saham.
Certified Financial Planner CHRP & Konsultan OneShildt Ully Safitri membagikan tipsnya bagi masyarakat yang ingin berinvestasi di tengah situasi perekonomian global saat ini.
Menurutnya, ada beberapa pilihan instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan investor. Beberapa di antaranya memiliki risiko yang lebih besar, namun investor bisa mencari celahnya untuk mendulang keuntungan maksimal.
"Prinsip saya, dengarkan apa kata opa Warren Buffett, cash is the king. Makanya penting buat kita selalu punya tabungan,” paparnya.
“Kalau misalnya kita bicara saham, saya akan melakukan riset terhadap perusahaan yang akan saya investasikan. Jadi perusahaannya memang valid, memang selalu untung. Tapi harganya ikut turun. Kenapa? Misalnya karena dana investor asing keluar semua, sehingga harga sahamnya turun. Tetapi kalau kita lihat perusahaannya, sebetulnya keuntungannya naik dari tahun ke tahun. Jadi pada saat mau berinvestasi, selalu kita cari tahu dulu," ucap Ully pada Kelas Finansial Jenius di Jakarta, Kamis (13/12/2025).
Emas
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






