Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah vs Dolar AS Hari ini, Tertekan Proyeksi OECD

Penulis : Indah Handayani
19 Mar 2025 | 15:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
ilustrasi Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah lagi pada Rabu sore (19/3/2025). Hal itu karena tertekan Organization for Economic Cooperation and Development alias OECD yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia

Mata uang rupiah ditutup terkoreksi 103 poin (0,63%) berada di level Rp 16.531 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat naik 0,29 poin menjadi 103,5. Nilai tukar rupiah sempat ditutup ditutup melemah 22 poin (0,13%) berada di level Rp 16.428 per dolar AS pada Selasa (18/3/2025).

Analis mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, Organization for Economic Cooperation and Development alias OECD menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini menjadi 4,9%. Sebelumnya dalam publikasi OECD Economic Outlook Desember 2024, organisasi ekonomi yang berisi banyak negara maju itu memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,2% pada 2025.

ADVERTISEMENT

“Kendati demikian, OECD menyatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia tidak akan melambat secara signifikan karena didukung oleh potensi pertumbuhan ekspor akibat efek ekskalasi perang dagang yang terjadi belakangan,” ungkap Ibrahim, Rabu (19/3/2025).

Selain itu, lanjut Ibrahim, OECD memprakirakan tingkat suku bunga acuan Indonesia alias BI Rate akan tetap stabil untuk menjaga inflasi tetap rendah dan menghindari arus keluar modal akibat kebijakan suku bunga tinggi di AS.

Dalam proyeksi terbarunya, Ibrahim menambahkan, OECD menyatakan inflasi Indonesia akan berada di angka 1,8% pada 2025. Angka tersebut lebih rendah 0,3% daripada proyeksi OECD pada Desember 2024. Sebagai perbandingan, pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2% pada 2025.

Selain itu, Ibrahim menyebut, rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Bulan Maret 2025 pada 18-19 Maret 2025, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada pada level 5,75%. Suku bunga deposit facility tetap berada pada level 5%. Sedangkan suku bunga lending facility juga diputuskan untuk tetap pada level 6,5%.

Sedangkan dari eksternal, Ibrahim menjelaskan, The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 4,5% setelah penutupan pertemuan pada hari Rabu nanti, di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut atas ekonomi AS di bawah Trump.

Prospek Ekonomi AS

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 7 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 37 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia