Jumat, 15 Mei 2026

Dikoleksi Lo Kheng Hong, BMRI Masih Bisa ke Level Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
26 Mar 2025 | 14:02 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Mandiri.
Gedung Bank Mandiri.

JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp 3,6 triliun pada Februari 2025 atau meningkat 7,8% yoy, namun turun 11% mom.

Alhasil, laba bersih Bank Mandiri selama Januari-Februari 2025 tumbuh 6% yoy menjadi Rp 7,6 triliun. Itu lebih tinggi dibandingkan estimasi pertumbuhan konsolidasi 2025 oleh konsensus yang sebesar 3,5% yoy.

“Kami menilai kinerja Bank Mandiri ini sebagai performa yang mixed. Credit cost (CoC) bank only yang relatif terjaga menjadi aspek positif,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto dalam ulasannya, Rabu (26/3/2025).

ADVERTISEMENT

Selain itu, menurut Everson, likuiditas emiten berkode saham BMRI tersebut membaik, meski net interest margin (NIM) tertekan akibat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih didorong oleh deposito berjangka.

BMRI mencatatkan CoC (bank only) sebesar 0,83% pada Februari 2025 dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 1,11% Januari 2025 sebesar 0,52%. Hasil tersebut membuat CoC selama Januari-Februari 2025 relatif terjaga rendah di level 0,68% dibandingkan Januari-Februari 2024 sebesar 0,88%.

“Itu lebih baik dibandingkan guidance konsolidasi 2025 dari manajemen yang mengincar kisaran 1-1,2%,” ungkap Everson.

CoC yang terjaga tercermin pada beban provisi yang turun menjadi Rp 906 miliar pada Februari 2025 atau turun 11% yoy, namun meningkat 60% mom. Melandainya beban provisi secara tahunan disebabkan oleh high base effect pada Februari 2024 yang memiliki angka CoC tertinggi sejak Juni 2023.

BMRI mencatatkan pertumbuhan kredit (bank only) sebesar 19,1% yoy pada Januari-Februari 2025 dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 19,3% yoy dan periode Januari-Desember 2024 sebesar 20,7% yoy.

Pencapaian itu melanjutkan tren kenaikan yang lebih soft, seiring guidance pertumbuhan kredit konsolidasi 2025 dari manajemen yang berkisar 10-12% yoy.

Pertumbuhan kredit yang melandai juga diiringi oleh pertumbuhan DPK yang kuat sebesar 17% yoy, tertinggi sejak Januari-Februari 2023. Hasil tersebut membuat loan to deposit ratio (LDR) turun ke level 92,5% selama Januari-Februari 2025 dibandingkan 2024 yang sebesar 98,8% dan Januari 2025 sebesar 93,7%.

“Realisasi itu sejalan dengan guidance dari manajemen yang menargetkan LDR dapat ternormalisasi ke kisaran 90-95% pada 2025,” sebut Everson.

Lo Kheng Hong 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 51 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia