Dikoleksi Lo Kheng Hong, BMRI Masih Bisa ke Level Ini
JAKARTA, investor.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan laba bersih (bank only) sebesar Rp 3,6 triliun pada Februari 2025 atau meningkat 7,8% yoy, namun turun 11% mom.
Alhasil, laba bersih Bank Mandiri selama Januari-Februari 2025 tumbuh 6% yoy menjadi Rp 7,6 triliun. Itu lebih tinggi dibandingkan estimasi pertumbuhan konsolidasi 2025 oleh konsensus yang sebesar 3,5% yoy.
“Kami menilai kinerja Bank Mandiri ini sebagai performa yang mixed. Credit cost (CoC) bank only yang relatif terjaga menjadi aspek positif,” tulis Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Everson Sugianto dalam ulasannya, Rabu (26/3/2025).
Selain itu, menurut Everson, likuiditas emiten berkode saham BMRI tersebut membaik, meski net interest margin (NIM) tertekan akibat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang lebih didorong oleh deposito berjangka.
BMRI mencatatkan CoC (bank only) sebesar 0,83% pada Februari 2025 dibandingkan Februari 2024 yang sebesar 1,11% Januari 2025 sebesar 0,52%. Hasil tersebut membuat CoC selama Januari-Februari 2025 relatif terjaga rendah di level 0,68% dibandingkan Januari-Februari 2024 sebesar 0,88%.
“Itu lebih baik dibandingkan guidance konsolidasi 2025 dari manajemen yang mengincar kisaran 1-1,2%,” ungkap Everson.
CoC yang terjaga tercermin pada beban provisi yang turun menjadi Rp 906 miliar pada Februari 2025 atau turun 11% yoy, namun meningkat 60% mom. Melandainya beban provisi secara tahunan disebabkan oleh high base effect pada Februari 2024 yang memiliki angka CoC tertinggi sejak Juni 2023.
BMRI mencatatkan pertumbuhan kredit (bank only) sebesar 19,1% yoy pada Januari-Februari 2025 dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 19,3% yoy dan periode Januari-Desember 2024 sebesar 20,7% yoy.
Pencapaian itu melanjutkan tren kenaikan yang lebih soft, seiring guidance pertumbuhan kredit konsolidasi 2025 dari manajemen yang berkisar 10-12% yoy.
Pertumbuhan kredit yang melandai juga diiringi oleh pertumbuhan DPK yang kuat sebesar 17% yoy, tertinggi sejak Januari-Februari 2023. Hasil tersebut membuat loan to deposit ratio (LDR) turun ke level 92,5% selama Januari-Februari 2025 dibandingkan 2024 yang sebesar 98,8% dan Januari 2025 sebesar 93,7%.
“Realisasi itu sejalan dengan guidance dari manajemen yang menargetkan LDR dapat ternormalisasi ke kisaran 90-95% pada 2025,” sebut Everson.
Lo Kheng Hong
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






