Dikoleksi Lo Kheng Hong, BMRI Masih Bisa ke Level Ini
Tahun ini, kinerja BMRI diproyeksi tumbuh moderat dengan kualitas aset yang solid. BMRI menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 10-12% yoy dibandingkan 2024 yang mencapai 19,5%.
Margin bunga bersih (NIM) BMRI pada 2025 ditargetkan mencapai 5-5,2% dibandingkan 2024 yang sebesar 5,15%. Biaya kredit (CoC) dipatok pada kisaran 1-1,2% dibandingkan 2024 sebesar 0,79%.
“Kualitas aset diperkirakan tetap solid dengan rasio non-performing loan (NPL) bertahan di sekitar 1% dibandingkan 2024 sebesar 0,97%,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya.
Manajemen BMRI sendiri berupaya menurunkan loan to deposit ratio (LDR) ke kisaran menengah hingga rendah menjadi 90% dibandingkan 2024 yang mencapai 98%. Ini menunjukkan bahwa dana pihak ketiga (DPK) harus tumbuh minimal 14% yoy.
“Kami sedikit menurunkan estimasi 2025 dan 2026 masing-masing sebesar 7% dan 5% untuk mencerminkan panduan terbaru dari manajemen,” sebut Victor.
Dengan berbagai faktor tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan peringkat beli saham BMRI. Namun, target harga saham BMRI diturunkan menjadi Rp 5.900 dari sebelumnya Rp 6.400. Target harga baru tersebut menyiratkan fair value (nilai wajar) price to book value (PBV) sebesar 1,8 kali.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






