Dikoleksi Lo Kheng Hong, BMRI Masih Bisa ke Level Ini
Lebih lanjut, Everson mengungkapkan bahwa pertumbuhan DPK yang lebih didorong oleh deposito berjangka tercermin dari lonjakan beban bunga dan menekan NIM.
NIM (bank only) BMRI melanjutkan tren penurunan ke level 3,99% pada Februari 2025 dibandingkan Februari 2024 yang mencapai 4,55% dan Januari 2025 sebesar 4,42%. Dengan demikian, NIM selama Januari-Februari 2025 melemah ke level 4,21% dibandingkan Januari-Februari 2024 sebesar 4,52%.
Kedua angka tersebut menandai level NIM (bank only) BMRI yang terendah setidaknya sejak Januari 2022, serta di bawah guidance konsolidasi 2025 dari manajemen di kisaran 5-5,2%.
Meski begitu, net interest income (NII) BMRI masih bisa naik tipis pada Februari 2025 sebesar 1,9% yoy, tapi turun 8,2% mom. Alhasil, NII selama Januari-Februari 2025 tumbuh 6,6% yoy.
Sementara itu, investor kawakan Lo Kheng Hong ternyata juga mengoleksi saham Bank Mandiri (BMRI), selain saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) atau BRI.
“Saya juga punya saham BMRI,” ungkap Lo Kheng Hong kepada Investor.id. Namun, belum diungkap rinci berapa jumlahnya.
Rekomendasi dan Target Harga Saham
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






